Positif – Negatif

Dulu, saya masih gampang sekali menemui orang yang saat terjadi hal negatif padanya, seringkali orang itu masih berusaha melihat sisi positif dari peristiwa tersebut.

Misalnya, saat kecelakaan dan tangan kanannya patah, dia akan berpikir, “untung cuma tangan kanan, nggak dua-duanya”. Atau jika kedua tangannya patah, dia masih bisa berpikir, “untung cuma dua tangan, kaki masih sehat”. Bahkan jika tangan dan kaki patah, dia masih bisa mikir, “untung cuma tangan sama kaki, badan nggak lumpuh”. Begitu terus, berusaha mencari hal bagus apa yang masih tersisa untuk disyukuri. Mungkin dia nggak akan berhenti berusaha berpikir positif, kecuali dia sudah sama sekali tidak bisa berpikir atau mati. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Pelajaran Tahu Diri

Pagi tadi saya baca sebuah tulisan pendek yang tersebar secara viral, yang konon adalah pesan dari Anies Baswedan sebelum lengser dari Menteri Pendidikan. Tulisan itu memicu saya untuk menulis sesuatu yang mungkin bisa jadi sekuel dari tulisan saya sebelumnya, “Anak-anakmu Bukanlah Anak-anakmu“.

Saya nggak akan membahas lebih detail mengenai pola asuh. Pertama, tentu saja kurang pengalaman (umn…), kedua, karena saya nggak punya cukup data buat nulis panjang. Jadi, lagi-lagi, ini adalah tulisan berdasarkan pengalaman (dan semi curhat). (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

A story from a bored traveller

Earlier this year, when I was travelling to Da Lat, Vietnam, I got a travel mate. A guy from the US who was posted an open message in Couchsurfing, said he’ll be heading to Da Lat and will be staying there for exactly the same period with what I was planned, with a blank agenda and up to anything that might interesting, pretty much matched my mood at that time. He was tired of doing touristy thingy (too).

So we decided to meet and form something that we can call a plan. I arrived couple hours earlier than him. He wasn’t there until midday, and I was (this is serious) not in the mood of exploring the town (as a tourist), and the (supposed to be sleepy and laid back) town itself was crowded and packed with people because it was Lunar New Year, and it seemed like everyone in Vietnam was in Da Lat. So I waited him in a quite lovely coffee shop called Urban Coffee, and got some works done. Yea, you read it right. Works. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

The Art of Saying “It’s (not) Okay”

It's-Okay1

A lot of times, if not every time, kita cenderung akan menjawab “it’s okay” setiap kali ada yang meminta maaf. Terdengar biasa dan masuk akal, bukan? Terutama kalau kita memang sudah memaafkannya.

But did you realize that forgiving is not the same as accepting? Memaafkan tidak sama dengan kita bisa menerima apa yang dilakukan orang lain ke kita. Tindakan memaafkan tidak sama dengan penerimaan kesalahan. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Menjadi Bebek di Kandang Ayam

 

It’s probably, not until you’re leaving out of your comfort zone, you know how it feels to survive a life.

Menjadi seekor anak bebek yang terlahir di keluarga bebek, di dalam kandang bebek, di sebuah peternakan bebek, menurut saya adalah kehidupan yang relatif mudah untuk dijalani. Dan kemudahan seperti ini, akan cenderung membangun perasaan ‘aman’.

Tanpa sadar, perasaan tidak pernah merasa ‘terancam’ dan akan selalu mendapat dukungan dari lingkungan sekitar adalah kondisi yang seringkali being taken for granted or abused. Mungkin akan beda ceritanya jika seekor anak bebek itu, dipindahkan ke kandang ayam. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

1 2 3 39