May 2008 archive

Ngomongin Raket Lagi

Saya baru saja nonton final Thomas Cup di Trans 7,China menang 3-1. Sambil gonta ganti channel juga,setelah Indonesia dikandaskan Korea yg melaju ke final berhadapan dengan China,saya kecewa :( (gile,bahasa saya jurnalis bgt)

Btw,kemaren saya juga ndak jadi nonton final Uber di Istora,gara-gara,males banget ngeliat antrean di loket tiket. Sebagai gantinya,saya,Pu,dan Atta,nonton bareng di tipi,dengan kehebohan yang sama kalo kami ada di Istora. Asli rame banget tereakan dan histeria kami,to be honest,kasian para tetangga.

Banyak banget kritikan-kritikan yg terlontar dari kami. Layaknya komentator beneran,kami nyela segala macem hal. Mulai dari munculnya Maria Kristin yg keliatan nga fit sama sekali,dan harus berhadapan dengan pemain nomer satu dunia,Xie Xin Fang. Nga tega banget,liat Maria yg kesakitan gitu :(

Trus waktu Vita-Lilyana tampil sebagai ganda pertama,padahal biasanya Grace-Jo,dan kalah pula. Jadi makin pesimis Indonesia menang setelah ketinggalan 2-0. Mutung,kami pesta sate,ihihihi. Nga nasionalis banget ya :P

Ya sudah pasrah,dan akhirnya memang kalah :(
Setelah Firda juga berhasil ditundukkan pemain China.Nyesel sih,padahal Grace-Jo,dan Pia belum maen (saya suka banget sama gaya maen Pia)

Oh iya,tadi raket Xie Zhongbo sempat bengkok saking kerasnya pukulan,pake acara mukul lantai pula. Jadi inget,dulu saya punya raket kesayangan,merknya Yonex (standar banget ya :P)
Rasanya tuh pas gitu saya pegang dan dipake maen. Saya nga sreg aja pake raket laen,berat dan jatuhnya tuh nga pas aja ditangan. Tapi pernah juga pengalaman pake raket murahan,yang kalo dipake lob/smash agak kenceng,pasti bengkok,kaya punya Zhongbo tadi. Ihihhihihi… :P
Sekarang,saya nga tau lagi dimana raket kesayangan saya itu :(

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Saya jatuh cinta [lagi]

Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, saya pernah jatuh cinta. Sangat terobsesi pada badminton. Tiap hari latihan badminton, bahkan hingga tengah malam. Waktu itu, saya masih SD. Ya….terakhir kali saya main badminton itu sudah lama sekali.

SMP, SMA, saya sama sekali tidak punya kesempatan untuk maen badminton. Sampai minggu ini, ketika digelar Thomas-Uber Cup di Indonesia, Jakarta. Dan itu dekat sekali dengan saya. Saya merasa jatuh cinta lagi pada badminton.

Meskipun belum tentu saya punya kesempatan maen setelah ini, namun saya sudah senang sekali. Karena ambience Thomas-Uber Cup ini sangat terasa, at least buat saya pribadi. Bahkan menghayal lagi, andai saja saya dulu melanjutkan latihan, trus sekarang bisa ikut membela Indonesia (duh, mimpi ketinggian ya :P)

Uber sudah sampai final, dan saat ini Thomas sedang bertanding dengan kedudukan 1-0 untuk Korea, hiks agak sedih :(

Saya putuskan besok pagi, saya akan nyari tiket untuk nonton final Uber di Istora Senayan. Semoga aja dapet :)

Finally, good luck buat Indonesia, for Thomas and for Uber ;)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

You've got a friend

When you’re down and troubled
And you need some loving care
And nothing, nothing is going right
Close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest night

You just call out my name
And you know wherever I am
I’ll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I’ll be there
You’ve got a friend

If the sky above you
Grows dark and full of clouds
And that old north wind begins to blow
Keep your head together
And call my name out loud
Soon you’ll hear me knocking at your door

You just call out my name
And you know wherever I am
I’ll come running to see you
Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I’ll be there

Ain’t it good to know that you’ve got a friend
When people can be so cold
They’ll hurt you, and desert you
And take your soul if you let them
Oh, but don’t you let them

You just call out my name
And you know wherever I am
I’ll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I’ll be there
You’ve got a friend

Download here

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Seluas Langit Biru by Sitta Karina

Ada dua hal pasti yang saya suka dari buku-buku Sitta Karina, yaitu kedetailan segala sesuatu di dalamnya dan khayalannya.

Sitta menulis semua nama tokoh dengan lengkap bahkan sampe silsilah keluarga Hanafiah di buku ini, dan saya suka. Saya pecinta nama-nama indah imajinatif :P

Sitta menceritakan karakter seorang tokoh dengan jelas dan pas, dengan tingkat daya khayalnya yang saya juga sangat suka.

Cara bercerita Sitta di buku-bukunya khas dan sangat saya (gue banget gitu :D). Gabungan tempat-tempat khayalan, dengan tempat-tempat yang benar-benar ada, bikin saya kadang-kadang bertanya apakah lokasi yang sedang diceritakan itu ada, atau fiktif belaka. Seperti Coffe Shop “Portrait” yang ada di depan Universitas Richmond Indonesia (duh Sitta, asli saya pengen ke tempat ini) misalnya.

Oya, buku ini sendiri saya rasa pure fiktif lah ya, meski mungkin ada satu-dua cerita colongan yang terselip :P

Masih menceritakan tentang “the gorgeous” Hanafiah siblings, yang kali ini digawangi oleh si tomboy Bianca Safinah Hanafiah.

Menyambung dari cerita di buku sebelumnya – Putri Hujan & Ksatria Malam (yang bukunya dipinjem Ochie ga dibalik-balikin :( ) – dimana Bianca (Bi) membuat deal dengan kakaknya (Reno) dan membuat Bi harus rela dijodohkan dengan seseorang bernama Sultan. Singkat cerita, Bi ini ternyata malah jatuh cinta sama Sora (saya suka sekali nama Sora – Aozora Syahrizki) yang notabene adalah adik tiri Sultan. Nah lo, kisah cinta “terlarang” ini makin rumit, karena ternyata ibu kandung Sora masih ada hubungan sodara dengan Kei Kaminari (tokoh dari buku sebelumnya) yang juga suka sama Bi. Sementara itu ada mantan Bi – Mauro – yang merupakan rekan bisnis Sultan dan ternyata adalah orang yang “membunuh” Madri, kekasih Sora.

Cerita cinta yang dibalut intrik keluarga, persaingan bisnis, dendam masa lalu dengan segala bentuk pengungkapan yang dirangkai Sitta, berhasil bikin saya melek sampe jam 3 pagi karena penasaran sama endingnya.

After all, buku yang menyenangkan buat saya, memuaskan daya khayal saya yang suka kebablasan. Thanks to Sitta, keep writing ^_^

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Resep Jus Sehat

Wortel + Jahe + Apel – Meningkatkan metabolisme tubuh

Apel + Ketimun + Seledri – Mencegah kanker, menurunkan kolesterol, mengurangi gangguan perut dan sakit kepala

Tomat + Wortel + Apel Mencerahkan kulit dan menyegarkan nafas

Paria/Pare + Apel + Susu – Menyegarkan nafas dan mengurangi panas dalam

Jeruk + Jahe + Ketimun Mencerahkan dan melembabkan kulit serta mengurangi panas dalam

Nanas + Apel + Semangka Mengurangi kelebihan garam, menjaga kesehatan kandung kemih dan ginjal

Apel + Ketimun + Kiwi Mencerahkan kulit

Pir + Pisang – Mengatur kadar gula

Wortel + Apel + Pir + Mangga Menghilangkan panas dalam, menetralkan toxic, mengurangi tekanan darah

Melon + Anggur + Semangka + Susu – Kaya vitamin C & vitamin B2 yang meningkatkan aktifitas sel dan kekuatan imun tubuh

Pepaya + Nanas + Susu Kaya vitamin C, E, zat besi. Mencerahkan dan menjaga metabolisme tubuh

Pisang + Nanas + Susu Kaya vitamin dengan nutrisi dan mencegah sembelit

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

1 2 3