October 2010 archive

Sawarna – Hidden Paradise

SawarnaPerjalanan ke Sawarna kali ini tanpa direncanakan dari jauh hari. Menjelang libur akhir pekan yg panjang Februari lalu, secara tak sengaja saya menemukan Sawarna dari google. Karena belum ada rencana untuk menghabiskan waktu libur, maka saya dan beberapa kawan memutuskan untuk mencoba ngeluyur kesana. Dan begitulah, pada suatu Jumat lepas subuh, berangkatlah kami dari titik awal, Mampang.

Menggunakan taksi (angkot masih jarang banget pagi-pagi), kami menuju Stasiun Tanah Abang. Tiba di sana, masih terlalu pagi, kami langsung menuju loket, beli karcis kereta ekonomi tujuan Rangkas Bitung, seharga 4000 rupiah. Lalu kami putar-putar sekitar stasiun, cari sarapan.

Sekitar jam 7 pagi, akhirnya kereta kami tiba. Tanpa keheranan sama sekali, keretanya super penuh. Sesak manusia, barang, binatang *errrr* dan COPET. Ya benar, ini kereta paling tidak manusiawi yg pernah saya naiki. Mungkin jumlah copetnya sebanding dengan jumlah penumpangnya.

Di suatu stasiun, kereta berhenti. Naiklah serombongan keluarga yg terdiri dari bapak, ibu dan anak. Mereka berdiri persis di depan saya. Beberapa saat setelah kereta jalan lagi, si anak mengadu bahwa ponselnya tercopet. Si bapak memarahi anak yg dianggap tidak hati-hati, sambil meraba kantongnya. Dan ternyata ponsel si bapak juga hilang. Maka “berkicau” lah si ibu kepada mereka berdua, sebelum disadarinya bahwa dompet yg ada di dalam tasnya juga raib. Nah, terjadilah drama. Si ibu histeris menjerit-jerit, memaki copet yg dianggapnya keterlaluan, mengambil semua barang mereka sekeluarga. Well, saya speechless.

Di samping saya, berdiri seorang mbak-mbak yg jadi memeriksa tasnya setelah si ibu histeris. Lalu dengan “tenang” si mbak berujar “Dompet saya juga hilang.”. Saya bengong melihat perbedaan reaksinya. Yah, mungkin si mbak ini sudah sangat maklum dengan kondisi kereta, dan juga segala resikonya.

Tiba di Rangkas Bitung tanpa kekurangan suatu apa, kecuali kaki yg mati rasa, sudah menjelang jam 11. Lalu kami lanjut dengan angkot seharga 2000 rupiah menuju terminal Mandala. Dari Mandala, kami naik angkutan Elf menuju Bayah. Nah, di sinilah ujian sebenarnya. Perjalanan tiga jam dengan trayek yg mengocok perut. Insya Allah dijamin sampai Bayah, diri Anda sudah terkocok sempurna, siap dipanggang dalam oven (berasa adonan kue). Tarif Elf dari Mandala sampai Bayah 25000 rupiah.

Bayah adalah titik angkutan umum terakhir sebelum Sawarna. Setelah itu, pilihannya adalah ojek, atau kalau rombongan, carter saja Elf-nya sampai Sawarna, seperti kami kemarin. Tarif dari bayah ke Sawarna berkisar 10000 – 15000 rupiah.

SawaraSawarna adalah desa wisata, yg artinya, di sana tidak ada hotel atau losmen besar. Tapi kita bisa menginap di rumah-rumah penduduk yg memang disewakan. Tarif penginapan di Sawarna berkisar antara 60000-90000 rupiah, biasanya sudah termasuk makan 3x sehari.

Jam tiga sore, kami tiba di rumah Ibu Nenden, tempat dimana kami akan menginap. Langsung dijamu dengan makan siang yang, ehm, bikin pengen nambah. Rumah bu Nenden ini lokasinya cukup strategis, hanya beberapa ratus meter dari bibir pantai Ciantir. Jadi kalau malam, tidur diiringi alunan debur ombak. Tsaaaah, romantis deh ;p

Sore itu, kami langsung menuju pantai, bermain ombak sejenak, sambil rencananya menunggu matahari terbenam. Tapi apa mau dikata, beberapa menit sebelum matahari turun tahta, mendung gelap menggelayuti langit, hujan rintik turun. Kami pun berlarian kembali ke rumah.

Jika malam tiba di Sawarna, tak banyak aktifitas yg dapat dilakukan, maka saran saya, bawalah permainan alakadarnya. Seperti kami malam itu, mabuk bermain kartu hingga larut.

Pagi menyapa pelan, sisa hujan semalam masih terasa, dingin. Setelah bergantian mandi, kami disuguhi sarapan, dengan menu yg tak jauh dari olahan ikan. Sembari menunggu rombongan teman yg rencananya menyusul, kami main kartu, lagi.

Goa LalaySekitar jam 11, setelah yg ditunggu datang, kami menuju ke Goa Lalay. Diantarkan seorang guide, kami menyusuri goa bersungai dan berlumpur dalam kegelapan. Hanya ditemani senter berkelipan. Pengalaman seru berkubang lumpur, dan menahan diri untuk tidak jatuh dibayar seharga 50000 rupiah. Lewat tengah hari kami keluar dari goa, kembali ke penginapan, dan langsung disuguhi makan siang, nyammm.

Jelang sore hari, kami beringsut lagi ke pantai. Kali ini serius, main air, main istana pasir, mengubur orang hidup-hidup, main bola dan tak lupa foto-foto, hehe. Saat matahari mulai semakin turun, kami menyusuri tepian pantai, menuju Tanjung Layar. Konon, di Tanjung Layar, pemandangan matahari terbenamnya sangat indah. Dan Tanjung Layar juga merupakan titik yg menjadi tujuan para peselancar. Well, sialnya adalah, sampai di sana, kami tak bisa lagi foto-foto, baterai kamera habis. Malam kedua, kami bertemankan hujan lagi, dan tentu saja, main kartu lagi.

SawarnaMinggu pagi cerah, kami bersiap kembali ke Jakarta. Setelah sarapan, jam 10 kami berpamitan. Dengan menumpang ojek, kami kembali ke Bayah, lalu lanjut dengan Elf ke Rangkas Bitung. Tiba di terminal matahari sudah sangat terik. Kami makan siang sebelum melanjutkan perjalanan.

Lewat diskusi, kami memutuskan untuk tidak menggunakan kereta, tapi bus antar kota antar propinsi. Berharap kondisinya lebih kondusif dan tentu saja, tidak banyak copetnya. Well, untuk yang terakhir memang benar, busnya bebas copet, namun sekali lagi, kami dikocok di jalanan. Phewwww.

Malam merambat turun, kami tiba di terminal Kalideres. Perjalanan berikutnya kami lanjutkan dengan bus Transjakarta. Touch down rumah jam 9 malam. Badan rasanya luar biasa, capek tapi puas. And so, that’s all. Petualangan ke surga tersembunyi, Sawarna, Banten.

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

penantian yang tersimpan

bagiku, engkaulah penantian yg tersimpan
sebuah ceruk takdir yg selalu hadir
bukan aku memintanya, bukan
kadang Tuhan memang bermain dengan perasaan

rasa itu, adalah penantian yg tersimpan
aku tak pernah mencari
namun dia muncul sendiri
kadang Tuhan memang bermain dengan hati

bintang itu, sebuah penantian yg tersimpan
mengerlipkan harapan dan angan
menunggunya jatuh untuk berdoa
kadang Tuhan memang mengabulkannya

kita, akhir penantian yg tersimpan
bukan untuk sekarang
mungkin adalah rahasia kehidupan
kadang Tuhan memang menyimpan yg terbaik belakangan

bagiku, rasa itu, bintang itu, kita adalah penantian yang tersimpan

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

tentang kicauan

saya mau pengakuan dosa..

mau bilang kalo blog ini sempet dicuekin karena beberapa alesan..
bukan karena ga ada yg diceritain, kalo mau sih, buanyak banget topiknya..

cuma waktu itu sempet selingkuh nulis ke plurk..
trus sekarang semakin menggila di twitter..

bertemu komunitas maya macam @puisikita dan @cerfet
yang disebut belakangan ini yang membuat saya jatuh cinta luar dalam *etdah bahasanya*

ya sudah sekian aja pengakuan dosanya..
kalo mau tau tentang @cerfet, kunjungi langsung blognya disini

dan sebelumnya, mau minta maaf lagi, mungkin blog ini akan jarang diupdate..
yang akan sering diupdate adalah potongan kicauan saya di twitter..

liat saja disini..
hati-hati, banyak curhatan galau di dalamnya..

enjoy!

xoxo,
kid

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

I'm back

Well, yeah, I’m back..

Akhirnya blog ini dihidupkan lagi.. Setelah kemarin ada masalah dengan domain lama, yang ternyata expired tanpa notifikasi :'(

And so, ada banyak cerita yg ‘direncanakan’ akan tertulis di sini, semoga saja telaten nulis lagi. Amin ;p

xoxo ^_^

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr