Seriously Serious Thoughts

Victim playing (also known as playing the victim or self-victimization) is the fabrication of victimhood for a variety of reasons such as to justify abuse of others, to manipulate others, a coping strategy or attention seeking. ~ Wikipedia

Saya pernah berbincang dengan seorang sahabat yang menekuni studi psikologi dan membahas tentang kejadian-kejadian bertema ‘playing victim‘ di sekitar kami. Tentu saja, kami mengambil diri kami sendiri sebagai salah satu contoh kasus juga.

Playing victim itu kayak gimana, sih? Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Seriously Serious Thoughts

Setiap beberapa kurun waktu sekali, saya suka bertanya ke diri sendiri.

“Kapan terakhir kali melakukan sesuatu, hal yang baru, untuk pertama kalinya dalam seumur hidup?”

Seorang teman pernah berkata, jika jawaban untuk kapan dari pertanyaan di atas, lebih dari satu bulan, mungkin hidup kita sudah mulai monoton dan hanya berkutat dengan rutinitas yang diulang-ulang. Apalagi kalau sudah tidak ingat sama sekali. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Footprint, Seriously Serious Thoughts

Setelah episode menghidupkan hidup yang saya ceritakan sebelumnya dan serangkaian perjalanan-perjalanan yang saya lewati, pada akhirnya saya tiba di titik berhenti, untuk sementara.

Maka, di sinilah saya sekarang. Di kota yang seringkali dipanggil pulang oleh sebagian orang. Kota yang menjadi rumah bagi banyak rindu. Jogjakarta. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Mumble, Seriously Serious Thoughts

Living the life to the fullest.
~ unknown ~

Ada yang tiba-tiba mengusik pikiran saya sore ini. Sebuah pertanyaan yang mampir ke kepala, “How is life, Kid?”

Ini sudah memasuki bulan keenam sejak saya memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran. Pekerjaan saya sepuluh tahun belakangan adalah pekerjaan yang mengatur hidup saya, yang mengharuskan saya mematuhi rutinitas. Jam bangun, jam masuk kerja, jam makan, jam pulang, jam tidur, dan jam “hidup”. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Mumble, Seriously Serious Thoughts

Seradikal apa hidupmu pernah berubah?

Pernahkah kamu merasa semua sudah lengkap tapi tidak tersusun tepat pada tempatnya?

Saya pernah, dan ini sebuah catatan hidup saya.

Pada akhirnya, pada sebuah titik, saya memutuskan untuk mengubah apa yang telah ada. Sebelum saya merasa terjebak di sana, selamanya. Mudah? Sama sekali tidak.

Kehilangan yang terlalu banyak untuk saya tanggung dalam waktu yang bersamaan. Hubungan enam tahun saya, teman-teman, dan hal yang mungkin selama sekian lama berani saya sebut sebagai kenyamanan.

Seperti layaknya patah tulang yang coba diluruskan oleh ahli pemijatan. Saya pernah menjerit sekerasnya. Menangis sampai air mata habis sampai pada titik yang saya sadari sebagai titik normal kaki saya. Pada titik saya mulai bisa berjalan dengan baik, tanpa merasai kesakitan dari apa yang telah saya lepaskan.

Move on? Entahlah. Tapi saya mulai merasa baik-baik saja.

~ Juli, 2012

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr