Archive of ‘Mumble’ category

Seberapa Monoton Hidupmu?

Setiap beberapa kurun waktu sekali, saya suka bertanya ke diri sendiri.

“Kapan terakhir kali melakukan sesuatu, hal yang baru, untuk pertama kalinya dalam seumur hidup?”

Seorang teman pernah berkata, jika jawaban untuk kapan dari pertanyaan di atas, lebih dari satu bulan, mungkin hidup kita sudah mulai monoton dan hanya berkutat dengan rutinitas yang diulang-ulang. Apalagi kalau sudah tidak ingat sama sekali. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Memelihara Ingatan

Now tell me, how do you like your coffee?

Saya akan bercerita tentang seorang perempuan yang menghidupkan seorang tokoh, lelaki, di kepalanya, selama satu dasawarsa. Lelaki dari masa remajanya. Lelaki yang tidak diizinkannya untuk tiada.

Setiap hari, dia terbangun pagi, menjerang air untuk kopi, lalu duduk di tepi jendela dan mengingat cara lelaki itu menyeduh. Mengingat setiap percakapan mereka tentang bagaimana lelaki itu menikmati kopi, yang pada suatu hari dilanjutkan dengan pertanyaan kepada perempuan itu, “So, how do you like your coffee?” (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Teori Kekosongan Rindu

Rindu ialah tentang kau yang lebih memilih diselimut kabut dan aku yang menyandarkan keluh kepada angin.

Tiba-tiba kau begitu diam sementara aku tahu-tahu sudah begitu jauh.

Lalu, rindu juga tentang sekadar lambaian tangan yang tidak sempat dan janji pertemuan yang belum sempat dibuat.

Jika ada kelak, aku mau datang saat kau sudah lelap, memberimu satu pelukan yang esok paginya menjelma kekosongan yang kau rindukan.

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Terima kasih, sudah menunggu

Kepada Tuan yang duduk di tepi jendela.

Kepada Tuan yang duduk di tepi jendela.

Kepada Tuan yang duduk di tepi jendela.

Apa saya pernah bercerita kepada Anda tentang semesta yang menata kebetulan demi kebetulan di hidup saya menjadi serangkaian panjang kesengajaan?

Ah! Sepertinya belum, ya, Tuan?

Bagaimana mungkin pernah, kalau waktu-waktu temu lebih banyak kita habiskan dalam percakapan-percakapan diam? (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

1 2 3 4 5 18