I Wish I Was Special

♫ I wish I was special ♫

Remember that Creep(y) Radiohead’s song?

¬

Pernah dengar orang lain komplain atau mungkin kamu sendiri tentang merasa tidak diistimewakan? Misal, “Dia nggak pernah punya waktu buat aku. Dia nggak pernah ngasih aku bunga. Dia bla bla bla ya da ya da… Buat dia, aku nggak pernah spesial. Aku bukanlah siapa-siapa. Aku cuma remahan Regal atau butiran Marimas.

Tapi apa benar begitu?

Merasa diistimewakan atau tidak, seringkali melibatkan pilihan yang sangat personal dan tergantung sudut pandang masing-masing orang.

Misalkan begini, menurut kamu, ketika dia melakukan sebuah tindakan A, artinya dia mengistimewakan kamu. Padahal menurut dia, hal itu biasa saja. Ujung-ujungnya kamunya ge-er dan kebawa perasaan. *eh*

Di sisi lain, saat dia mengharapkan kamu melakukan sesuatu yang menurut dia spesial tapi kamu nggak melakukannya, dia merasa nggak diistimewakan. Padahal dari sudut pandang kamu, kamu nggak melakukannya karena menurut kamu itu nggak spesial.

Sesederhana, menurut kamu, spesial itu telurnya dua, tapi menurut dia telurnya harus tiga baru disebut istimewa.

Oke, salah. Ralat!

Sesederhana, menurut kamu, romantis itu bunga. Menurut dia, romantis itu cokelat.

Biasanya, masalahnya muncul saat kamu mau bunga, dia kasih cokelat. Menurut dia kamu spesial, menurut kamu dia tidak mengistimewakan kamu.

Got the point?

Jadi, sebelum komplain ke dia yang mungkin malah berpotensi menyulut masalah (baru), coba dipikir dua kali. Mungkin dia memang nggak pernah masakin kamu, tapi dia ngajak makan di luar instead. Mungkin dia nggak bales pesan kamu, tapi dia ngajak ngobrol instead. Atau dia nggak mau nemenin kamu jalan tapi selalu siap nganter jemput kamu.

Menyamakan standar istimewa dua kepala dan dua hati memang nggak gampang, dan bisa jadi nggak mungkin. But, why don’t you try to compromise? Communicate everything. Be open and honest. Supaya nggak ada yang saling makan hati dan merasa usahanya nggak dihargai.

So, are you wishing that you were special? What if you already are? :)

 

¬

Btw, gaes, this is a one million dollar question: ‘Hey hey, siapa(kah tokoh) dia (dalam kasus di atas)?’ *ditoyor*

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

3 Comments on I Wish I Was Special

  1. Irhaf
    25/11/2015 at 14:46 (2 years ago)

    Kak Akid teteup sepesial kok buatku, meskipun bubur ayam yang aku bawakan cuma ada telur satu.

    Reply
    • akid
      25/11/2015 at 20:00 (2 years ago)

      Bebas, kak, bebas…

      Reply
  2. Hendi Setiyanto
    17/01/2016 at 11:10 (2 years ago)

    dia..dia…dia..yang aku tunggu-tunggu hehehe

    Reply

Leave a reply to Irhaf Cancel reply