Jepang, Kartun Masa Kecil, Taruhan Pecel Ayam, dan AirAsia!

Sebagai anak yang tumbuh besar di Indonesia tahun 90an dan bersekolah di SD yang cuma libur di hari Minggu, masa kecil saya akrab sekali dengan tayangan manga atau yang secara umum biasa saya sebut kartun, terutama kartun yang berasal dari Jepang, terutama lagi Doraemon dan kantong ajaibnya.

Menonton Doraemon setiap hari Minggu pukul 08.00 buat saya sama wajibnya dengan ikut upacara bendera di sekolah setiap Senin pukul 07.00. Ada alarm tubuh yang otomatis membangunkan saya pagi-pagi, untuk kemudian mandi dan sarapan sebelum pukul 08.00, sebab televisi tidak boleh menyala sebelum saya melakukan dua hal itu.

Menginjak masa remaja, saya sedikit beralih dari Doraemon hari Minggu pukul 08.00 pagi dan mulai berkenalan dengan komik-komik Jepang yang disewakan di perpustakaan dekat sekolah sebagai gantinya. Entah berapa banyak komik serial cantik yang sudah saya baca, yang jelas, saya tidak lagi menunggu hari Minggu untuk menonton Doraemon, tapi menunggu menghabiskannya dengan setumpuk tinggi komik yang saya sewa dengan kumpulan uang saku yang sengaja saya sisihkan, sebab tak ada jatah bulanan dari orang tua untuk sewa komik. Ahahaha…

Dari kegemaran membaca komik Jepang itulah, muncul ide konyol untuk membuat taruhan dengan teman baik saya: kami sepakat untuk berlomba sampai di Jepang lebih dulu. Hadiah taruhannya juga tidak kalah konyol: yang kalah harus mentraktir yang menang dengan seporsi ayam goreng lengkap dengan pecel atau lalapan. Kami memutuskan hadiah yang begitu sederhananya, karena di pikiran kami waktu itu, ke Jepangnya sudah pasti membutuhkan biaya yang mahal sekali dan uang kami akan habis terpakai, jadi hadiah taruhannya yang murah-murah saja.

Bertahun-tahun setelah taruhan itu dibuat, kami sudah jauh terpisah, dan jarang sekali berkomunikasi. Saya yang mulai suka traveling ke luar negeri sejujurnya sempat lupa dengan taruhan itu, karena menurut saya tetap saja, Jepang itu negara yang masih terlalu mahal untuk dijangkau, terutama untuk transportasinya.

The Goldish Kinkakuji Temple

Sampai pada suatu AirAsia Big Sale di suatu tengah malam, saya menemukan tiket Jakarta-Osaka dengan harga yang tidak sampai menyentuh angka SATU JUTA RUPIAH. Tiba-tiba saya ingat lagi dengan taruhan itu. Tiba-tiba saya merasa punya peluang memenangkannya.

Arashiyama Bamboo Forest

Setelah diskusi dengan beberapa travelmates, akhirnya terbelilah tiket multi city Jakarta-Osaka dan Tokyo-Jakarta seharga TIGA JUTA DUA RATUS RIBU RUPIAH. Wait! Di benak saya, tiket ke Jepang tidaklah semurah ini. Well, but again, that’s the power of AirAsia Big Sale!

Sebelum berangkat, saya maksimalkan kesempatan sebaik mungkin untuk menentukan tempat-tempat yang akan dikunjungi (of course, Fujiko F. Fujio Museum a.k.a Museum Doraemon is on the list), lalu menyusun rute perjalanan sedemikian rupa sehingga biaya yang dikeluarkan tidak membengkak banyak. Sebab agak kurang lucu juga ya kalo tiket pesawatnya murah meriah tapi tekor di budget yang lain.

Latte art di Museum Doraemon

Enam bulan berselang dari waktu saya beli tiket AirAsia, akhirnya winning trip pun dimulai! Butuh waktu hampir sepuluh tahun sejak taruhan pecel ayam itu dibuat, sampai akhirnya saya menjemput kemenangan saya dengan menginjakkan kaki di Bandara Kansai, Osaka pada awal tahun 2014. HUAHAHAHAHA… *iya ini ketawa jemawa*

Semut manusia di Shibuya

Di akhir perjalanan, setelah dihitung-hitung, ternyata saya keliling Osaka – Kobe – Osaka – Kyoto – Tokyo sudah termasuk masuk ke Museum Doraemon, Disneysea Tokyo, Gunung Fuji, kuil-kuil cantik khas Jepang, ketemu Gundam, lalu mencoba kereta cepat Shinkansen, nyolong-nyolong fotoin Geisha, studi banding Sushi, Yoshinoya, Uniqlo, dan AKB48, dan aneka perayaan kemenangan taruhan kemarin, habis dana tidak lebih dari SEPULUH JUTA. Oke, itu kebanyakan. Tidak lebih dari DELAPAN JUTA. Oke, itu masih kebanyakan. Kayaknya sih cuma sekitar ENAM JUTA, sudah termasuk tiket pesawatnya juga.

Tokyo Disneysea at Night

Hello, Mr. Gundam

AKB48 Cafe, Akihabara

Jadi begini kesimpulannya, ANAK MUDA: Perjalanan yang hemat bisa didapatkan dengan keteguhan hati dan niat…….. untuk mendapatkan tiket di AirAsia Big Sale.

Lalu pesan layanan masyarakat untukmu juga, ANAK MUDA: JANGAN SUKA TARUHAN PECEL AYAM!

Oke baiklah, sekarang sepertinya sudah saatnya untuk minta traktir pecel ayam sampai kenyang! HUAHAHAHAHA… *iya ini juga ketawa jemawa*

PS: By the way, gimana kalo taruhan selanjutnya, kita berlomba lebih dulu sampai ke Nepal? Taruhannya semangkuk soto ayam! :D

PSS: By the way (lagi), saya jadi ketagihan untuk buat taruhan, tapi kali ini sama diri sendiri. Targetnya? Di bawah ini! *duduk manis nungguin AirAsia Big Sale*

South East Asia

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

5 Comments on Jepang, Kartun Masa Kecil, Taruhan Pecel Ayam, dan AirAsia!

  1. Fahmi
    05/09/2014 at 18:48 (3 years ago)

    jadi berapa harga pecel taruhannya? #loh~~ Akid ikutan juga :v kalau menang ajak gue ya :p

    Reply
    • akid
      06/09/2014 at 11:08 (3 years ago)

      pecel ayam tuh sekarang 15.000 kayaknya dapet :D

      nanti kalo fahmi yang menang, ajak gue yak! :v

      Reply
  2. Intan
    09/03/2016 at 20:31 (2 years ago)

    Kak, boleh share itinnya ke jepang 8hari dg buget 6jt ini?
    Makasi byk kak

    Reply

Leave a reply to akid Cancel reply