Mumble

Untuk: Tuan Sapardi

Hujan Bulan Juni
Hujan Bulan Juni

Saya membeli sepilihan sajak milik Tuan, Hujan Bulan Juni, beberapa hari yang lalu sebagai kado ulang tahun untuk perempuan kesayangan saya. Sejak saat itu, buku Tuan tak pernah absen dia bawa ke mana-mana.

Tadi malam, dia sedang berbincang di depan kedai kopi bersama dua orang teman ketika hujan tiba-tiba datang, dan dia seketika ingat buku yang penuh hujan di ranselnya. Ditariknya buku itu dan dengan spontan dia bertanya kepada salah satu dari lelaki yang duduk semeja dengannya, “Halaman berapa?” Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Seriously Serious Thoughts

Setiap beberapa kurun waktu sekali, saya suka bertanya ke diri sendiri.

“Kapan terakhir kali melakukan sesuatu, hal yang baru, untuk pertama kalinya dalam seumur hidup?”

Seorang teman pernah berkata, jika jawaban untuk kapan dari pertanyaan di atas, lebih dari satu bulan, mungkin hidup kita sudah mulai monoton dan hanya berkutat dengan rutinitas yang diulang-ulang. Apalagi kalau sudah tidak ingat sama sekali. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Footprint

Packing Buat Dua Bulan Perjalanan
Packing Buat Dua Bulan Perjalanan

Saya menghabiskan mayoritas hari-hari di kuarter keempat tahun 2014 lalu di perjalanan. Efektif mulai September saya ke Kabanjahe dan Medan selama dua minggu, disusul roadtrip dari Jakarta ke Bali, lanjut ke Lombok, Sumbawa, Flores, sampai balik ke arah Jawa lagi November, dan akhirnya tiba di Jakarta lagi bulan Desember.

Sebagai perempuan (iya, kamu nggak salah baca, saya menulis perempuan) yang kalo pakai baju nggak matching jadi lemes, packing untuk perjalanan sebegitu panjang adalah PR buat saya. Waktu dulu belum pakai kerudung, saya masih suka cuek aja packing cuma satu celana panjang, dua celana pendek, dan beberapa kaos. Tapi berhubung sekarang item yang harus di-match nambah, yaitu kerudung, packing buat saya jadi perkara yang jauh lebih ribet daripada sebelumnya. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Wordplay

Now tell me, how do you like your coffee?

Saya akan bercerita tentang seorang perempuan yang menghidupkan seorang tokoh, lelaki, di kepalanya, selama satu dasawarsa. Lelaki dari masa remajanya. Lelaki yang tidak diizinkannya untuk tiada.

Setiap hari, dia terbangun pagi, menjerang air untuk kopi, lalu duduk di tepi jendela dan mengingat cara lelaki itu menyeduh. Mengingat setiap percakapan mereka tentang bagaimana lelaki itu menikmati kopi, yang pada suatu hari dilanjutkan dengan pertanyaan kepada perempuan itu, “So, how do you like your coffee?” Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr