I'm back

Well, yeah, I’m back..

Akhirnya blog ini dihidupkan lagi.. Setelah kemarin ada masalah dengan domain lama, yang ternyata expired tanpa notifikasi :'(

And so, ada banyak cerita yg ‘direncanakan’ akan tertulis di sini, semoga saja telaten nulis lagi. Amin ;p

xoxo ^_^

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Bolang episode Gunung Padang

Menerima undangan Aresh untuk ngeluyur, Sabtu, 4 Juli 2009, saya bersama Aresh & Adi melakukan perjalanan ke Gunung Padang, Cianjur.

Berangkat dari kost jam 6 pagi, diantar Ndut sampe Stasiun Pasar Minggu Baru, start point kami. Rencana naek KRL pertama ternyata gagal. Karena ada kerusakan, kereta pertama nyampe Stasiun PSB udah jam 7, dengan kondisi penuh, akibat penumpukan penumpang, Kami memutuskan naek kereta berikutnya, sekitar 5 menit berselang.

Jam 8 kami tiba di Stasiun Bogor, langsung ganti angkot 03 menuju terminal Baranangsiang. Lalu mencari angkutan ke arah Sukabumi. Kenapa Sukabumi bukan Cianjur? Yak, karena topografi Cianjur yang memanjang dari utara ke selatan, so, ada beberapa daerah Cianjur yang lebih mudah dicapai dari Sukabumi, termasuk Gunung Padang. Angkutan yang membawa kami ke Sukabumi adalah sebuah colt L300, yang biasa juga disebut mobil setan, saking urakan sopirnya mengemudikannya. Kadang offroad nyalip mobil lain dari sebelah kiri, keluar dari aspal, melalui bahu jalan yang masih tanah dan tak beraturan. Hiahahahaha, tarek maaangg

Rencana balik ke Jakarta sebelum gelap hampir dipastikan gagal, karena jam saya sudah menunjukkan pukul 11.30 ketika kami tiba di Sukabumi. Secara, Aresh dan Adi lupa-lupa ingat harus naek angkot apa, dan saya mah pasti 100% blank, baru sekalinya ke Sukabumi, kami sempet tertipu sama angkot yang seharusnya menuju alun-alun. Ngga tau angkotnya aneh, kata Aresh, dia ngga lewat rute yang seharusnya. Alhasil kami diturunkan di pinggir sebuah pasar dan harus berjalan menyusuri pasar itu, menuju ujung jalan lain.

Untungnya setelah itu, kami berhasil naek ke angkot yang tepat, sebuah angkot pink berkode 01 yang membawa kami ke pos berikutnya, Sukaraja. Sedikit bertanya ke supir angkot, tapi ngga tau dimana itu Gunung Padang. Si supir coba tanyain ke kenek angkot yg di Sukaraja, trus dikasih info angkot apa selanjutnya yg kami harus naek. Dasar udah paranoid abis ketipu ama angkot sebelumnya, kami agak ragu naek angkot berikutnya, angkot biru muda tanpa nomor (eh, mungkin ada tapi saya ga perhatiin) menuju pos berikutnya, yaitu Gekbrong, perbatasan Sukabumi Cianjur.

Sudah jam makan siang waktu kami nyampe di Gekbrong. Celingak celinguk nyari warung makan, nemu warung mie ayam & baso. Saya dan Aresh masuk dan mesen duluan, sementara Adi menuruti hasrat ke toilet. Kembali dari toilet, Adi membawa kabar baik, selembar kertas bertuliskan rute yang benar menuju Gunung Padang, hasil interview sama tukang ojek yang kemaren anaknya baru pergi ke sana. Yesss!!! Harapan kami naek lagi, semangat lagi

Perut kenyang, jam 1 lewat kami meneruskan perjalanan naek angkot no 42, menuju pos berikutnya, Warungkondang. Kemudian berganti angkot 43 menuju Cikancana, desa terakhir yang dilalui angkot. Pilihannya selanjutnya adalah, jalan kaki, naek ojek, atau nyewa angkot. Karena jalan kaki tak memungkinkan mengingat waktu yang udah sore, dan ongkos ojek bertiga lebih mahal daripada naek angkot. Maka kami pilih melanjutkan dianter pak supir angkot 43 sampai ke Pal Dua.
Hampir jam 3 kami tiba di Pal Dua, pos dimana naek gunung yang sebenarnya dimulai. 2 km dari gerbang Gunung Padang, kami mulai berjalan dengan santai. Mencari spot yang bagus untuk bernarsis ria. Pemandangan hijau perkebunan teh di pegunungan yang dikelilingi bukit-bukit memanjakan mata.

Satu jam menempuh jarak 2 km, kami tiba di Cimanggu, daerah terakhir yang persis di bawah Gunung Padang. Rehat sejenak mengisi ulang tenaga, jam 4 kami mulai naek ke puncak. Jalanan menuju puncak berupa tangga batu dengan kemiringan mencapai 35 atau 45 dengan jarak anak tangga yang agak terlalu tinggi, membuat napas cepat ngos-ngosan dan betis cepat pegal.

Tak terlalu lama, terhitung hanya 15 menit waktu yang kami butuhkan untuk mencapai puncak, itu pun udah ditambah waktu untuk poto-poto sepanjang tangga (teteup narsis). Woooww, terpesona akan situs megalitikum terbesar se Asia Tenggara, plus bebatuan andesit yang berbunyi mirip besi kalo dipukul.

Jam 5 kami dipaksa turun oleh seekor anjing lucu (lucu sih sebenernya, tapi gue takut, cowok-cowok juga pada ngeri). Ngga dipaksa sih, tapi caranya melihat kami yg sedang memamah biak kue-kue itu loh yang bikin atut. Kami menyerah, mengemasi barang kami tanpa suara, lalu turun diam-diam tanpa melirik ke si anjing. Dan ternyata dia mengendus-endus bekas tempat kami duduk, mungkin mencari remah makanan. Heleh, laper ya guk?

Beramah tamah sebentar di rumah bapak penjaga, sambil tawar menawar ojek yang akan mengantar kami ke Cireungas. Kami berencana menggunakan jalan balik yang berbeda dengan jalur berangkat. Pal Dua adalah pertigaan yang menuju arah Cianjur lewat Cikancana, Cireungas yang menuju arah Sukabumi, dan ke Gunung Padang.

Jalan ke Cireungas lebih menantang daripada ke Cikancana. Memang lebih dekat, tapi ternyata jalanannya rusak parah. Di jalan, menemukan rel kereta api yang keliatan sedang diperbaiki. Menurut mas ojek, rel itu sedang dibangun untuk kereta Jakarta – Cianjur. Jadi kalo mau ke Gunung Padang, nantinya bakal lebih gampang.

Tepat jam 6, sudah gelap ketika kami tiba di Cireungas. Tanpa membuang waktu, kami langsung oper angkot kuning menuju Sukaraja, dilanjutkan angkot pink kembali ke Sukabumi. Hampir jam 7 kami tiba di Sukabumi, dengan kondisi lapaaaarrr.

Awalnya sih pengen nyobain bandrek dan bandros, tapi ternyata warungnya belum buka. Membelok ke jalan A. Yani, kami masuk ke sebuah warung, kemudian memesan 2 porsi sop sapi dan 10 tusuk sate kambing, yang tandas dalam 15 menit. Pada laper apa doyan se?

Keluar warung, terlihat sekoteng di pojok ujung jalan, melambai-lambai memanggil kami. Tak ingin mengecewakan, kami pun mampir dan memesan 3 porsi sekoteng Singapore. Sekoteng Singapore rasanya sedikit beda daripada sekoteng biasa. Lebih berasa susu daripada jahe. Plus ada topping biscuit dan satu bahan yang sampai sekarang belum teridentifikasi.

Kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke terminal, menumpang angkot yang saya lupa warnanya. Tapi ternyata bus Sukabumi – Jakarta habis jam 5. Wah informasi yang kami dapet salah, katanya sampe jam 8 malem. Terpaksa deh kami naek mobil setan lagi menuju Bogor.

Udah cape banget, begitu PW di dalem mobil, tak lama semua terlelap. Saya kira, perjalanan kami akan happy ending tanpa halangan. Tapi ternyata salah, belum jauh dari Sukabumi, supir mobil setan meminta semua penumpang untuk turun, katanya remnya macet. Dan kami dioper ke mobil lain.

Jam setengah 11 malem kami tiba di Ciawi, Bogor. Mencari bus sekenanya menuju Jakarta. Dapatlah bus tujuan Bandung – Merak, kami turun di Slipi, sudah hampir tengah malam. Naek bus P-06 ke arah perempatan Kuningan, dan kami pun berpisah disitu.

Sebelum berpisah kami setuju bahwa perjalanan kami adalah perjalanan paling menantang, tak terduga, dan ngeluyur dalam arti yang sebenar-benarnya. Luckily, kami hanya bertiga, tak terbayang kalo rombongan kami lebih banyak, memaintenance perasaan banyak orang bakal lebih susah. Untung kami bertiga adalah pramuka tak kenal akan susah, apa guna keluh kesah hiahahahaha

Nice work, nice trip bro!!!

Ringkasan rute, estimasi waktu dan biaya per orang :
Jakarta – StasiunBogor : KRL : 7.00 – 8.00 : Rp. 2.500
Stasiun Bogor – Terminal Baranangsiang : Angkot 03 : 8.00 – 8.30 : Rp. 2.000
Terminal Baranangsiang – Terminal Degung : Colt L300 : 8.30 -11.30 : Rp. 11.000
Terminal Degung – Ramayana : Angkot Ijo : 11.30 – 11.45 : Rp. 2.500
Ramayana – Sukaraja : Angkot Pink (01) : 11.45 – 12.15 : Rp. 2.000
Sukaraja – Gekbrong : Angkot Biru Muda : 12.15 – 12.45 : Rp. 2.500
Gekbrong – Warungkondang : Angkot 42 : 13.15 – 13.45 : Rp. 2.500
Warungkondang – Pal Dua : Angkot 43 : 13.45 – 14.45 : Rp. 25.000
Pal Dua – Cimanggu : 14.45 – 15.45
Cimanggu – Gunung Padang : 15.45 – 16.00
Gunung Padang : 16.00 – 17.00
Gunung Padang – Cireungas : Ojek : 17.15 – 18.00 : Rp. 17.000
Cireungas – Sukaraja : Angkot : 18.00 – 18.30 : Rp. 2.500
Sukaraja – Sukabumi : Angkot : 18.30 – 18.45 : Rp. 2.500
Sukabumi – Terminal Degung : Angkot : 19.45 – 20.05 : Rp. 2.000
Terminal Degung – Ciawi : Colt L300 : 20.15 – 22.30 : Rp. 12.500
Ciawi – Slipi : Bus : 22.30 – 23.30 : Rp. 15.000
Slipi – Perempatan Kuningan – Bus kota : 23.45 – 24.00 : Rp. 2.500

Total biaya plus makan plus jajan lain-lain : 130.000

Alternatif rute :
Jakarta – Bogor – Sukabumi – Sukaraja – Cireungas – Gunung Padang (kayaknya lebih cepet)

Foto-foto narsis
Video

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

what a true soulmate is :)


A true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that’s holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.

A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake.

But to live with a soul mate forever. Nah. Too painful.

Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then they leave.

And thank God for it.

Bukaaaan…bukan saya yang bikin quote di atas… Tapi diambil dari buku “Eat, Pray, Love” by Elizabeth Gilbert…

Gara-gara seorang sahabat sedang tergila-gila buku itu, saya jadi pengen baca juga… Bukan buku baru tentunya, definitely nah… Firstly published in 2007, kalo nggak salah waktu itu saya pas nonton Oprah Show, udah tertarik sih pengen baca…tapi masih terkalahkan oleh keinginan lainnya…

Dia beli EPL 2 minggu kemaren di Times, last book pula…(oh God, it’s been 2 weeks, dan dia belom selesai baca)…Tadinya saya pengen beli sendiri bukunya, tapi males ke toko buku, trus nyari di toko buku online, nemunya yg udah ditranslate.., trus menurut dia, baca yg terjemahan akan merusak makna yang terkandung….jadi saya harus bersabar menunggu dia meresapi maknanya (you owe me young lady…!!)

Lalu kenapa belom baca bukunya tapi saya uda nulis ini?
1. karena blog ini udah ngga diupdate berbulan-bulan…
2. karena nonton Transformers (halah, apa hubungannya?)…maksud saya, abis nonton Princess Diaries 2
3. karena besok saya musti bangun pagi (halah makin ga nyambung)

So, who is your soulmate? :P

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

i'm not a girl, not yet a woman

finally 22…angka cantik :D

seneng banget, meskipun tidak ada perayaan (maklum, abis dirampok sama rumah sakit) tapi perhatian dari temen-temen cukup membuat ulang taun kali ini terasa meriah…

jumat sore, seorang sahabat di kantor ngasih earlier gift…trus uda mulai bertebaran ucapan met ultah di facebook (hihihihi, pada kerajinan banget ya)

sabtu sore, abis nonton termehek-mehek, menuju ke Planet Holywood, nonton bareng Kambing Jantan sama 14 personil StudioJakarta…
sayang, menurut saya filmnya kurang menggigit…
cuma pas awal-awal aja lucu, belakangan bosan, temponya terlalu lambat…

keluar studio 4, merasa kelaparan, lalu sebagian rombongan berpindah tempat ke Hoka-Hoka Bento Kartika Chandra, dan sebagian lainnya (menurut info) ke Plasa Semanggi…

kenyang, saya dan Po, plus Iwan dan Suko yang mao nebeng nginep, meluncur pulang ke Gang Dukun…

sempet menyaksikan pertandingan PS dan Age of Empire antar anak-anak, jam setengah 12 malem saya balik ke kamar, trus ngegame…

jam 12, denger suara Ndut ngetok pintu…ternyata di depan kamar udah ngumpul Dukun Club plus cake dan lilin angka 22 ^_^
hwaaaa, surprise banget…kirain ga akan ada begini-beginian, apalagi tadinya semua pada khusyuk maen game…
langsung dipotong-potong deh si kue trus dimakan bareng…

tidur sampe agak siang, trus dibangunin Ndut, dikasih Mc. D….
abis mandi dan makan, rencananya mau nemenin Ndut ngeband…
tapi ternyata makhluknya masih molor sampe jam 11an…

abis itu jalan ke daerah Ragunan, trus mam siang Soto Ayam, sambil nungguin Cocoby yang mau jemput…
Cocoby dateng, ngobrol bentar trus langsung meluncur ke kontrakan mas Hoho…

nyampe sana ternyata ga ada orang, jadi ngobrol dulu ngalor ngidul…
ga lama, mas Hoho dateng…trus mereka mulai ngutak-atik lagu…
dan saya ngantuk…

jam 5 cabut dari sana, langsung ke kosan, nyampe, langsung nongkrongin TV, nonton termehek-mehek…
abis itu, mandi, trus bersiap-siap ke Sarinah Thamrin, mao ke Galeri Indosat…

mampir dulu ke Robinson Sabang, rencananya mau beli tisu dapur sama keranjang baju kotor…
ternyata ga ada, jadi cuma beli jajanan buat nemenin ngegame…

langsung ke Sarinah, tapi Gelz nelfon, nitip semangka…
ngelirik ke seberang jalan, ada Total Fresh…
mampir dulu kesitu, tapi ternyata semangkanya mahal…
malah jadinya nemu tisu dapur disana…

abis itu rencananya sih ke Galeri, tapi ternyata saya kelaparan…
setelah berhasil merayu Ndut buat nemenin makan, kami naek ke lantai 3, ke Bakmi GM…

kenyang makan kwetiauw goreng, jam menunjukkan lepas dari 9 malam…
prediksi saya, Galeri Indosat harusnya agak sepi…
ternyata nyampe sana salah…ngantrinya aja ampe keluar ruangannya…

dapet nomer urut 273, padahal yang dilayani baru nomer 237…
weits, pasti malem nih..tapi udah kepalang tanggung, akhirnya saya tunggu aja…

duduk dideket mba resepsionis ternyata ada berkahnya…
pas antrian mencapai nomer 242, tiba-tiba saya dicolek sama mbaknya, trus ditawarin tuker nomer antrian jadi 249…yippieeee….

kelar dari Galeri Indosat, meluncur ke Benhil, buat beliin semangka…
trus pulang….ngantuk berat….

tapi ternyata anak-anak pada ngegame di kamar belakang…
tertarik bergabung, saya ajakin Chila, trus ngegame sampe jam 1 lewat…

trus iseng maenan facebook, lalu bikin page buat StudioSewelas
baru alakadarnya sih, jadi buat para punggawa, bantuin ngisi yaaa… ;)

so, begitulah rutinitas di hari bersejarah dalam hidup saya…
nothing too special, but life itself is so special :)

HAPPY BIRTHDAY ^_^

*thx for Dukun Club, buat cake nya…for Yenti, buat bantal cintanya…for Po, buat dompetnya…for Sista Arin, buat bantal luthu dan Pringles nya (jauh-jauh diimport dari Bojonegoro nih…)…for everyone who sent me a birthday note…for Ndut for everything you gave to me…for my beloved parents…last but not least, Allah SWT, alhamdulillah masi diberi panjang umur :)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Thypus…menghancurkan hidup…

setelah roadshow panjang Jakarta-Surabaya-Nganjuk-Trenggalek-Surabaya-Jakarta di postingan sebelumnya…
senin pagi sarapan sayur extra pedas buatan mamah, trus langsung ngantor dan bersibuk-sibuk ria dengan project yang belom kelar juga…malemnya, menu saya masih sayur extra pedas…

selasa siang, Sidy minta dibantuin untuk menganalisa ulang budget dari yayasan yang diajukan ke company untuk bikin mini lab komputer yang biayanya bujubuneng mustahil…
masa satu komputer mao dirakit seharga 8,5 jeti…
gilak…. GUA JUGA MAOOO

untungnya setelah dengan kejam, saya ajuin untuk cut di sana sini, penghematan yang bisa dilakukan mencapai ratusan juta…
gilak man….saya menyelamatkan budget company ratusan juta…
hyahahahahaha….

tapi efek sampingnya, mendadak, kepala saya pusing…
Sidy merasa bersalah, lalu menyodorkan aspirin…
sore itu, saya pulang cepet…malemnya badan saya panaaasss banget, ampun bener dah…

selasa pagi, everything felt fine…
tapi sorenya, badan saya anget lagi…
malemnya puanas lagi…
siklus ini berlanjut sampe hari kamis…

kamis sore, saya pasrah dianter Ndut *yang baru balik hari rabu malem* ke dokter di RS Jakarta…
langsung diperiksa sama dr. Teddy, spesialis penyakit dalam…
trus disarankan untuk cek darah…

karena dr. Teddy uda mau pulang, jadi hasil cek darahnya baru bisa diliat jumat sore…
sepanjang jumat, kepala ini rasanya kayak ngga ditempatnya, byar pet gitu kesadaran saya…
sorenya, sempet muntah 2x di kantor…
padahal saya ini termasuk orang yang amat sangat lihai menahan muntah kecuali dalam keadaan yang amat sangat parah…
saya langsung perasaan ga enak, pasti parah nih badan saya…

bener aja, pas minta hasil lab, ada 2 tanda positif disitu…
parathypus, dan thypus…
gosh…bahkan untuk nunggu dr. Teddy dateng aja, saya tiduran di sofa ruang tunggu, uda ga kuat lagi…
abis dicek, dr. Teddy langsung menyarankan opname, malem itu juga…

tak terasa airmata saya mengalir…
Ya Allah, ini pertama kalinya saya masuk rumah sakit untuk opname…

akhirnya lengan saya tertembus jarus infus untuk pertama kalinya seumur hidup…
blank yang ada dipikiran saya…
langsung ngabarin orang-orang kantor…
anak-anak kosan dan temen-temen bahkan langsung nyamperin ke rumah sakit
*touching banget, big thx guys,,,

malam-malam pertama di RS were so suck…
susah tidur, ga doyan makan, panas buanget, muntah-muntah…
tidur berasa uda lama, tapi ternyata baru sejam…
huffffff…..

uda males menghitung berapa kali jarum suntik masuk ke tubuh…
uda ilfeel, padahal awalnya, saya ini termasuk takut jarum suntik…
tapi yang paling saya benci adalah suntikan skin test untuk memastikan saya ngga alergi sama antobiotik yang mau dimasukin…
sumpah, sakiiiiiitttttt, periiiiiiiihhhhh banget…
sampe-sampe saya ngga kuat nahan airmata yang menetes… *duh cengeng*

sabtu sore, badan agak enakan, tapi tiba-tiba lengan kiri saya yang tertancap infus antibiotik untuk kedua kalinya, gatel trus bercak-bercak merah…
panik donk, apalagi ini?? jangan-jangan DBD…atau alergi obat

minggu malem, pas mau ditancepin antibiotik untuk ketiga kalinya, saya menolak…
takutnya, saya ternyata alergi sama antibiotiknya…
tapi dokter jaganya maksa…dia bilang, kalo alergi antibiotik, pasti gatelnya uda dari awal dikasih…
lalu dokternya nyuruh suster buat pasang antibiotiknya lagi, dan dicepetin…

entah mungkin karena terlalu cepat proses antibiotik masuk ke tubuh atau gimana…
malem senin, saya muntah berkali-kali…jauh lebih banyak dari malem-malem sebelumnya…
dalam hati saya marah-marah…apalagi sih ini???

senin pagi sampe sore, kondisi badan saya bener-bener drop sedrop-dropnya…
tante yang dateng dari Bogor buat jagain aja sampe panik, apalagi dr. Teddy ngga dateng-dateng buat kontrol kondisi saya…
senin siang, tante nelfon mamah, dan mamah langsung berangkat ke Jakarta sore itu juga…

saya dinyatakan terkena penyakit tambahan yaitu campak, ga tau kenapa, padahal pas masi kecil, uda imunisasi campak juga…
dokter menyarankan saya agar dipindah ke ruang isolasi…
untuk mencegah saya menulari orang lain, dan mencegah virus aneh-aneh lain masuk ke tubuh saya yang lagi drop banget…

selasa pagi, mamah dateng, sempet jadi cengeng juga…
gimana enggak, anak mamah yang paling tangguh badannya ini akhirnya KO juga…
yesss, dari kecil, emang saya yang paling jarang sakit…
malah baru sekali ini sakit beneran, laennya mah cuma flu-flu biasa…

selasa sore, saya resmi dipindah ke ruang isolasi…
tapi alhamdulillah sejak mamah dateng, kondisi badan saya terus membaik…
mulai doyan makan, dan mulai bisa tidur nyenyak…
malah cenderung tidur melulu sepanjang hari…

kamis sore, dr. Teddy ijinin saya pulang, tapi masih harus istirahat sampe senin…
sabtu sore mamah pulang…saya, Ndut, sama mbakku *yang di tangerang, yang ikutan kebagian repot juga sejak saya sakit* nganter ke stasiun Gambir…
itu adalah kali pertama saya bergerak keluar ruangan setelah keluar RS…

ternyata, badan saya belum fit bener…
dipake bergerak dikit, jalan-jalan bentar, duduk agak lama, langsung pusing, keringet dingin…
tambahan lagi, sejak mamah pulang, insomnia saya kambuh…
susah banget tidur, sekalinya tidur, mimpi buruk…

senin sore, kontrol ke dr. Teddy lagi, dan dinyatakan belum sehat
saya masih musti rehat sampe besok, kamis baru boleh masuk, dan abis itu juga musti check up lagi…

somehow, sejak masuk RS, saya ngerasa kayak ada yg missed…
apa gitu ya, kayak ada yg terlewat, tapi saya ngga tau…
dan jeleknya, saya gampang ngerasa lonely…
di kamar sendiri diem-diem bisa nangis…

tadi malem, terpaksa saya nebeng tidur di kamar si po demi mengurangi lonely feeling saya…
cukup membantu, meskipun jam 3 pagi saya masi kebangun, dan susah tidur lagi…
dan karena sepanjang hari dikosan sepi *ya eyalah, hari kerja gitu* hari ini saya memutuskan untuk kabur ke bogor…

dan di Bogor, i feel so much better…
entah kenapa, meskipun kalo siang disini juga ga ada orang, tapi perasaan, ngga singlung kayak di kosan…
ngga taulah, mungkin perasaan saya aja…

hmmmffhhh, sekarang hari-hari saya masi diisi dengan makanan yang harus sangat terjaga, dan juga masih dikawal sama serangkaian obat…
semoga masa-masa ini cepat berakhir…
*mulai bosan makan masakan tak berasa

WASPADA GEJALA THYPUS *berdasarkan pengalaman* :

  • demam di malam hari, pagi hari, biasanya akan terasa baik-baik saja
  • susah puppy, terhitung, 2 minggu saya ngga puppy
  • mual dan muntah

gejala yang paling khas adalah yang pertama, kenali polanya, dan langsung ke dokter aja, jangan pake ditunda ;)

*PS : big big thanks buat geng gang dhukun, buat geng bonsir, geng StudioSewelas, temen-temen kantor dan semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan… :)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

1 16 17 18 19 20 40