sidak sidak….

hahahaha….malem tadi saya udah sempet tidur…trus tiba-tiba bangun gara-gara lutut kanan dan kiri saya mendadak gatel…
nga tau kenapa tuh yang gatel lututnya, bukan bagian tubuh lain yang lebih potensial…

alhasil, saya [terpaksa] bangun, lalu mandi…abis mandi, badan seger, eh jadi nga ngantuk lagi :(
iseng-iseng online, buka blog temen-temen…

lalu saya menyadari ada yang kurang di blog saya, yaitu link…
ya benar, blog saya memang miskin link…
saya nga ingat tepat alasannya kenapa waktu saya bikin blog ini, saya nga masukin linksnya…
kemungkinan paling rasional dan masuk akal sih karena saya males :P

maka dengan mata terbuka sempurna, kesadaran penuh, saya dengan ikhlas menambahkan link ke blog temen-temen saya yang suka pada ngaku sok imut *hayo ngaku deh, kamu juga kan?* :D

silahkan diperhatikan di sebelah kanan, sidebar saya jadi makin tinggi, dikarenakan banyaknya yang saya masukin :P

*special thanks to studiosewelas.net dan blog temen yang sudah saya obrak abrik buat nyari link ke blog temen yang lain [maap saya ndak inget blog siapa saja yang sudah saya kacaukan]

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

yang dibenci dan yang disayangi

saya yakin sekali…
di kehidupan saya, di antara orang di sekeliling saya, ada yang membenci saya diam-diam…
benci pada sikap saya yang tak mau ikut-ikutan…
benci pada ucapan-ucapan yang terlontar spontan dari mulut saya ketika dimintai pendapat…
benci pada keacuhan dan ketidakmautahuan saya…
mungkin dianggapnya saya ini tidak solider, tidak peka dan tepa selira…

oh ya? padahal bukan itu maksud saya…
saya mengamati kamu…
memperhatikan kamu diam-diam…
tapi saya hanya tidak ingin ikut campur…
saya lebih tidak suka dibilang “mengacak-acak”
ketika dipaksa mengucap, mulut saya bisa kejam dan jahat…
ketika jujur, saya takut menyakiti…
maka salahkah kalau saya pilih diam?

seperti halnya yang selalu berpasangan di dunia ini…
saya juga yakin sekali…
ada yang masih benar-benar sayang kepada saya…
entah sayang karena saya apa adanya…
entah sayang karena saya menuruti kemauannya…
entah sayang karena merasa saya perhatikan…
apapun alasan sayangnya, saya sangat yakin, perasaan sayang itu tulus…

adakah yang membenci dan menyayangi saya sekaligus?
saya juga yakin, pasti ada…

terima kasih untuk membenci dan menyayangi saya…

saya sayang kamu selalu…

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Pelajaran berharga dari “Kungfu Panda”

Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam pemilihan Pendekar Naga, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung.

Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:

1. The secret to be special is you have to believe you’re special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial.

Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe


2. Teruslah kejar impianmu.
Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah. Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.


3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.
Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.

Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.


4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.

Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas orang lain/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.

Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/orang lain. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.


6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.


7. Keluarga sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Belajar dari Nasrudin Hoja

Cerita sufi ttg Nasrudin Hoja mencari jarum. Nasrudin mencari jarum di pekarangan rumahnya yg terang benderang. Tetangganya mau membantu dan bertanya “Dimana jarum itu hilang?”
Nasrudin menjawab tegas, “Didalam rumah”.
Tetangga bertanya lagi, “Kenapa tidak dicari di dalam rumah saja?”
Nasrudin menjawab, “Didalam rumah gelap, disini lebih terang…”
Tetangga, “@*#…” (melongo)

Kisah diatas tampak konyol. Tapi sebenarnya, dalam hidup kita banyak mengalami seperti kisah diatas, misal ;

  • Kalo kita kehilangan semangat & kebahagiaan di tempat kerja, tentu semangat & kebahagiaan itu akan kita cari di tempat lain.
  • Saat kita naik kapal laut, lalu kehilangan karena kecebur di laut. Maka kita tentu tidak lalu slulup ke laut utk mencari HP tsb sampe ketemu. Kita lalu mencari HP lagi di toko HP.
  • Saat pesawat Garuda jurusan Jakarta-Jogja jatuh di Adisucipto Jogja. Pemerintah mencari pesawat baru bukan di Jogja, tapi malah di Paris.
  • Dst

Terima kasih Nasrudin, talah memberi pelajaran.

*taken from milis sebelah

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

1 26 27 28 29 30 40