Itinerary Seminggu di Jepang

ItinJepang

Itinerary perjalanan ke Jepang ini dimodifikasi sedikit dari itinerary asli saya waktu ke Jepang dua tahun lalu atas dasar beberapa pertimbangan, salah satunya adalah ‘setelah dipraktikkan, kayaknya enakan kalo diubah begini atau begitu’.

Masih mengandalkan prinsip traveling saya yang sebisa mungkin enggak bolak-balik rute yang sama demi efisiensi waktu dan tenaga dan biaya (yang selanjutnya akan diistilahkan sebagai sumber daya) juga, jadi saya sarankan kalau ke Jepang, keluar masuknya jangan dari kota yang sama.

Rute klasik yang bisa diadaptasi adalah masuk Osaka – keluar Tokyo, atau sebaliknya, masuk Tokyo – keluar Osaka. Dengan rute itu, masih bisa ditambahkan beberapa kota di antaranya, seperti Kyoto, Nara, Kobe, dan lain sebagainya sesuai ketersediaan sumber daya. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Keliling Asia Tenggara Jalur Darat

Bus Nong Khai

Tepatnya ini bukan seluruh Asia Tenggara, tapi Asia Tenggara di sisi barat dan Utara (udah kusut belum?), atau lebih tepatnya lagi negara-negara yang ‘tergabung’ dalam satu daratan yang sama: Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Kamboja. Lumayan kan itu udah tujuh negara.

Kemarin saya udah bikin postingan tentang rute garis besarnya, tapi di postingan ini saya akan bahasnya lebih dari sisi transportasi yang saya gunakan buat pindah-pindah negara di rute tersebut. Saya mulai masuk dari Yangon, Myanmar pakai pesawat dari Jakarta transit Kuala Lumpur. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

28 Hours Ride Between Lao and Vietnam

2015_09_22_Bus Vietnam Lao

This is also one of the most epic journey I’ve ever involved into. Not as crazy as my 400 km motorbike riding in Vietnam, but could probably be the second one.

Jadi cerita bermula dari Luang Prabang, Laos. Di itinerary original saya sebelum berubah jadi itinerary final ini, sehabis Myanmar, saya mau ke Laos via Thailand (Bangkok), kemudian Vietnam, baru Kamboja.

Karena prinsip saya yang nggak mau jalan bolak-balik itu, habis dari Luang Prabang, Laos, saya penginnya masuk Vietnam dari bagian utara, masuk dari Dien Bien Phu, ke Sapa, kemudian ke Hanoi, dan lanjut jalan terus ke arah selatan sampai Saigon, baru kemudian ke Kamboja.

Jadi intinya saya nggak mau pakai rute yang sebenernya lebih gampang (meskipun lama juga) Luang Prabang – Hanoi – Sapa – Hanoi lalu lanjut ke selatan. Yang artinya saya harus bolak-balik Hanoi – Sapa. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Naik Motor di Vietnam

Honda Future Back

Kalau ditanya, pengalaman traveling yang paling gila. Salah satu hal yang kemungkinan besar saya sebutkan adalah: naik motor sejauh 400 KM, SENDIRIAN, DI VIETNAM.

Yang kalau masih terdengar kurang epic, bisa ditambahkan….

….. kemudian KECELAKAAN. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Asiknya Traveling Sendiri. Episode: Mendadak Jadi Penduduk Lokal

Keluarga Pela

Salah satu hal yang membuat saya suka sekali traveling sendirian adalah kemungkinan untuk bisa berinteraksi dengan penduduk lokal, atau orang lain jadi lebih mudah. Dengan pergi sendiri, kita secara tidak langsung ‘membuka’ kesempatan bagi orang lain untuk mendekati kita.

Kemungkinan orang lain untuk menyapa akan lebih terbuka daripada kalau kita pergi berombongan. Kalau meminjam istilah teman baik saya, orang jadi tidak segan menyapa karena dia nggak perlu merasa terintimidasi karena ‘menghadapi’ sekelompok orang asing sekaligus, dan berawal dari sebuah sapaan, bisa jadi berujung ke ‘sekadar’ pengetahuan baru, atau bahkan ‘persaudaraan’. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

1 2 3 4 5 40