P.S I Love You…

…adalah judul film yang lagi main di bioskop-bioskop sekarang.

Tapi entah kenapa, saya lebih suka membaca novelnya. Mungkin karena saya memang lebih suka baca daripada nonton film. Kemaren malem (16/2/08) saya beli novelnya di Gramedia. Trus langsung saya habiskan dalam waktu satu malam, well sebenarnya baru selesai saya baca 5 menit yang lalu.

Butuh waktu sedikit lebih lama daripada novel lainnya untuk membacanya hingga tuntas, karena menurut saya, ceritanya agak emosional dan menyentuh. Jujur, saya ikut tertawa dan menangis membacanya. Actually, lebih banyak menangisnya.

Cukup lama saya ingin beli buku ini, bahkan jauh sebelum difilmkan. Namun selalu ada sedikit penolakan dalam diri saya. Karena membaca sinopsis di cover bagian belakang, kentara sekali, ceritanya tentang kehilangan. Dan to be honest, saya agak tidak suka cerita kehilangan (siapa juga sih yang suka kehilangan?)

Menurut saya cerita buku ini natural, mengalir banget, dan sangat manusiawi. Bagaimana cara tokoh utama menghadapi masalah, menghadapi hidup pasca kematian suaminya. Inspiring, touching. Bagaimana cinta bisa memberi kekuatan, dan tetap menghangatkan perasaan meskipun orang yang kita cintai sudah tiada. Saya yakin.

Saya suka buku ini, tapi saya tidak janji akan membacanya ulang dalam waktu dekat (tetep, saya tidak begitu suka dengan kesedihan) :(

P.S I Love You

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Reply