Posts Tagged ‘Review’

Mencicipi Koneksi Internet 4G di Yogyakarta

CNT7bf5UEAAsKZV

Sebagai pekerja digital yang setiap hari memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap koneksi internet, saya selalu memastikan ketersediaan paket data yang mumpuni di ponsel saya, sebagai amunisi kalau sewaktu-waktu tidak bisa konek ke jaringan wi-fi atau saat saya sedang mobile.

Saat teknologi 4G pertama-tama diluncurkan secara komersial oleh beberapa operator di Indonesia, saya masih belum tertarik mencoba. Kenapa? Alasan utamanya adalah karena jaringannya masih belum luas. Ditambah, karena efektif mulai dari pertengahan tahun lalu, saya sudah tidak berdomisili di Jakarta lagi. Jadi menurut saya percuma saja ganti kartu 4G kalau belum bisa dipakai maksimal.

Sampai akhirnya minggu lalu, saya dapat undangan untuk ikut uji coba koneksi internet Smartfren 4G LTE Advanced di Yogyakarta tanggal 26 Agustus 2015 kemarin. Sounds interesting! Kesempatan saya buat mencicipi koneksi yang konon kecepatannya se-ngebut Valentino Rossi *dan mencobanya bukan di Jakarta* pun terbuka. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

The Fever Series

This post should be the very first ‘proper’ book review in this blog, or that’s what I think by far.

The first five books of Fever Series

Saya dipertemukan dengan buku ini di sebuah sale yang diadakan oleh Periplus pada suatu hari di tahun 2013. Pada awalnya, saya tidak memberi perhatian lebih karena cover yang menurut saya biasa saja. Kayak masnya, saat pertama kami jumpa.

Iya, saya makhluk yang kemampuan curhat visualnya lebih unggul dibanding kemampuan verbal dan vokal, sehingga seringkali saya judging book by its cover. Maaf-maaf aja nih, ya.

Tapi karena saat itu diskonnya lagi besar-besaran, saya sedang mood buat baca banyak, dan hasil ngecek Goodreads ternyata rating -nya di atas 4 out of 5, akhirnya saya angkut lah lima buku pertama The Fever Series sekaligus. Darkfever, Bloodfever, Faefever, Dreamfever, dan Shadowfever.

(more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Mencicipi Kopi Hasil Panen Pertama

Waktu menyusuri jejak di balik secangkir kopi di Lampung kemarin, saya sempat berbincang panjang dengan salah seorang petani tentang kualitas kopi. Kata si bapak, konon kopi hasil panen pertama setiap tahunnya, rasanya lebih enak. Tapi karena saya main ke sana itu pas bukan musim panen, jadi saya tidak bisa mencobanya.

Tapi dasar rezeki anak solehah, beberapa waktu setelahnya, saya ditawarin buat mencicipi Nescafé Classic First Harvest. Seperti namanya “First Harvest”, Nescafé Classic yang ini berbeda dengan Nescafé Classic yang biasanya beredar luas di pasaran. Nescafé Classic First Harvest diproses dari biji kopi pilihan hasil panen pertama. (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr