tentang jilbab

Lagi-lagi tulisan ini mungkin diawali dengan sebuah pertanyaan dari teman:

Kenapa kamu memutuskan pakai jilbab?

Saya ingat. Dulu rasanya banyak sekali pertimbangan dan keraguan untuk pakai jilbab. Yang paling bikin ragu adalah the one million dollar question: “Apa saya sudah cukup baik untuk memakainya?” Karena paradigma lingkungan saya, kebetulan masih sangat kental dengan pemukulrataan perempuan berjilbab pasti baik dan santun. Apalagi dulu (sampai sekarang juga sih), saya orang yang cenderung agak pecicilan.

Tapi terus pertanyaan itu saya tertawakan dengan argumen dari diri saya sendiri, “Apa untuk memenuhi kewajiban harus menjadi baik dulu? Kenapa pertanyaan yang sama tidak diajukan untuk kewajiban-kewajiban sebagai muslimah yang lain?”

Lalu pada akhirnya saya berpegang pada satu hal, berjilbab adalah kewajiban yang tidak bisa digugurkan oleh hal lain. Sama halnya seperti, sudah puasa Ramadan, bukan berarti kewajiban salat lima waktu jadi gugur. Jadi menurut saya, bersikap baik, atau mungkin yang orang sering sebut juga menjilbabi hati dan kelakuan, tidak menggugurkan kewajiban untuk menutup aurat atau berjilbab.

Udah, sesederhana itu aja sih yang akhirnya membuat saya yakin.

Ke sininya sih kelakuan saya ya masih suka pecicilan, tapi setidaknya saya sudah berjilbab meskipun masih belum begitu baik. Daripada udah kelakuan ga baik, ga pakai jilbab pula, kan?

Jangan ditiru lah, ya… Insya Allah saya juga terus berusaha lebih baik lagi, kok :)

Happy #WorldHijabDay

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

1 Comment on tentang jilbab

  1. Arman
    17/10/2012 at 05:16 (5 years ago)

    amin.. semoga bisa lebih baik, gak pecicilan :P

    Reply

Leave a reply to Arman Cancel reply