The Art of Saying “It’s (not) Okay”

A lot of times, if not every time, kita cenderung akan menjawab “it’s okay” setiap kali ada yang meminta maaf. Terdengar biasa dan masuk akal, bukan? Terutama kalau kita memang sudah memaafkannya.

But did you realize that forgiving is not the same as accepting? Memaafkan tidak sama dengan kita bisa menerima apa yang dilakukan orang lain ke kita. Tindakan memaafkan tidak sama dengan penerimaan kesalahan.

Kalau kamu memang tidak bisa menerima kesalahan yang dilakukan orang lain ke kamu, meskipun pada akhirnya kamu memaafkannya, ada baiknya kamu tidak memberikan jawaban “it’s okay”, because that is not okay, and you can’t accept that. So you better bluntly say, “that’s not okay, but I forgive you”.

Supaya orang lain tahu, bahwa kamu tidak bisa menerima kesalahan itu, tapi kamu cukup berbesar hati untuk memaafkan. Telling someone that you are not okay with their actions/words will also prevent them from keep doing the same mistake in the future, hopefully.

:)

*img courtesy: http://www.janaleemiller.com

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Reply