13/11/2008
prosa yang tak terbaca
aku ini lelah… hanya menunggu sekatamu yang bahkan seperti tak ingin kau ucap. menggantungkan asa demi asa yang nyaris ingin berjatuhan bersama air mata yang sudah menanti di pendar awan mataku. sekedar menunggu kepastian yang amat sangat melelahkan. namun tak ingin dan hatiku tak mengizinkan aku bosan. karena jika boleh kubaca manik matamu. ada kulihat […]