The Fever Series

This post should be the very first ‘proper’ book review in this blog, or that’s what I think by far.

The first five books of Fever Series

Saya dipertemukan dengan buku ini di sebuah sale yang diadakan oleh Periplus pada suatu hari di tahun 2013. Pada awalnya, saya tidak memberi perhatian lebih karena cover yang menurut saya biasa saja. Kayak masnya, saat pertama kami jumpa.

Iya, saya makhluk yang kemampuan curhat visualnya lebih unggul dibanding kemampuan verbal dan vokal, sehingga seringkali saya judging book by its cover. Maaf-maaf aja nih, ya.

Tapi karena saat itu diskonnya lagi besar-besaran, saya sedang mood buat baca banyak, dan hasil ngecek Goodreads ternyata rating -nya di atas 4 out of 5, akhirnya saya angkut lah lima buku pertama The Fever Series sekaligus. Darkfever, Bloodfever, Faefever, Dreamfever, dan Shadowfever.

Rasanya seperti blind date, beli buku tanpa sama sekali baca resensi atau review-nya. Cuma modal feeling dan kepercayaan yang begitu besar terhadap rating Goodreads. Deg-degan dong, bacanya…

Jadi ceritanya gimana?

Fever Series yang bergenre Paranormal Romance atau Adult Urban Fantasy, mengambil setting lokasi utama di Dublin (Irlandia), dan membuat saya seketika memasukkan kota cantik ini ke dalam daftar tempat yang ingin saya kunjungi. I fall in love with Dublin, because of this series.

Berkisah tentang MacKayla Lane, seorang perempuan kekinian yang tadinya hidupnya ‘normal-normal’ saja, pekerja kantoran, cantik ceria lalalala, cukup berbahagia dengan diri sendiri dan keluarganya, yang tiba-tiba berubah sebab kakaknya yang kuliah di Dublin, dikabarkan tewas dibunuh dengan cara tidak wajar.

Berbekal pesan rahasia yang terakhir kali dikirim oleh kakaknya ke ponsel miliknya, MacKayla terbang ke Dublin untuk menemukan jawaban dan membongkar misteri tewasnya sang kakak.

Setelah itu, ceritanya adalah tentang MacKayla yang terjebak di antara dunia manusia, Fae (makhluk magis yang punya kemampuan sihir yang kuat), Seelie dan Unseelie (makhluk astral dari kisah mitologi Irlandia, yang satunya didefinisikan sebagai makhluk jahat, dan satunya lagi, makhluk yang lebih jahat), Shadow (makhluk tanpa wujud, hanya berupa bayangan dan sembunyi di kegelapan, yang mampu menghancurkan makhluk hidup, apapun itu, hingga musnah tanpa sisa), Shide seer (perempuan keturunan Irlandia yang bisa melihat Fae, Seelie Unselie), dan makhluk yang sampai di akhir buku kelima tidak terdefinisikan jenisnya, tetapi dia berpenampilan sama persis seperti manusia, tapi tidak bisa mati, bernama Jericho Barrons.

MacKayla (dan kakaknya) ternyata adalah keturunan Shide seer yang ‘dibuang’ oleh orang tuanya untuk diadopsi oleh orang tua yang selama ini dikenal oleh Mac, demi keselamatannya. Mereka diperintahkan untuk tidak pernah kembali ke Dublin selamanya, untuk alasan apapun, sebab semakin lama, Dublin semakin dikuasai oleh kekuatan jahat. Tapi berhubung Alina, kakak Mac, ngeyel kuliah di Dublin (dan akhirnya tewas terbunuh), mau tidak mau Mac menyusulnya dan terjebak di sana.

Tanpa terasa, saya menghabiskan lima buku secara berturut-turut selama dua bulan. Iya, saya membacanya tanpa jeda, sehingga kalau sekarang saya ditanya, Dreamfever yang ceritanya gimana, Faefever yang Mac pas ngapain, saya sama sekali lupa. Rasanya membaca lima buku seperti membaca satu kisah panjang.

Kudos untuk gaya storytelling Karen Marie Moning yang membuat saya betah membaca lima buku secara berkesinambungan tanpa putus.

Series ini sukses membuat saya takut akan kegelapan, karena makhluk tanpa bentuk, Shadow, yang bisa bersembunyi di mana saja, bahkan di dalam sudut gelap sepatu. Bayangkan kalau lagi mau pakai sepatu, terus di dalamnya ada Shadow, dan tahu-tahu kamu habis ‘diisap’ sampai mati. Matinya tanpa jasad loh, karena jasadnya habis ‘diisap’. Ng….. *merinding*

Nah, saya pikir, series ini sudah habis di buku kelima. Tapi barusan pas saya search informasi tentang series ini, ternyata ada buku keenam, Iced, dan bahkan buku ketujuhnya, Burned, baru dirilis Januari tahun ini.

Iced Burned Fever Series

Sixth and seventh book of Fever Series

Dan sekarang saya jadi mau banget banget banget melanjutkan baca. Ada yang minat belikan saya? *puppy eyes*

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Reply