
Perjalanan memang selalu memberi kejutan-kejutan terhadap rencana apapun yang kita punya. Kali ini, saya mau bercerita tentang salah satu kejutan paling absurd yang pernah saya terima.
Bulan November lalu, saya berencana pergi ke Flores masuk dari Ende dengan naik kapal Pelni dari Bima, Sumbawa. Posisi saya saat itu di Mataram, Lombok. Saya naik bus malam dari Mataram menuju Bima, untuk kemudian naik angkutan atau cidomo atau ojek ke pelabuhan Bima, mengejar kapal ke Ende.
Saya tiba di Terminal Dara, Bima, sekitar pukul 08.00 pagi, dan memutuskan untuk istirahat dulu sambil mikir-mikir naik apa enaknya ke pelabuhan. Kapal AWU yang mau saya naiki, jadwalnya baru pukul 15.00 sore. Saya masih punya waktu setengah hari.
Lagi bengong begitu, tiba-tiba ada sebuah SMS masuk ke ponsel saya, berbunyi, “Ini Mbak Akid yang mau ke Ende, ya? Saya adik sepupunya Iskandar. Saya disuruh jemput mbak di terminal dan nganter mbak ke Pelabuhan Bima. Mbak di mana?” Continue Reading

