Cerita Absurd #Kidtrip Tentang “Sepupu Iskandar”

Traveler on duty

Traveler on duty

Perjalanan memang selalu memberi kejutan-kejutan terhadap rencana apapun yang kita punya. Kali ini, saya mau bercerita tentang salah satu kejutan paling absurd yang pernah saya terima.

Bulan November lalu, saya berencana pergi ke Flores masuk dari Ende dengan naik kapal Pelni dari Bima, Sumbawa. Posisi saya saat itu di Mataram, Lombok. Saya naik bus malam dari Mataram menuju Bima, untuk kemudian naik angkutan atau cidomo atau ojek ke pelabuhan Bima, mengejar kapal ke Ende.

Saya tiba di Terminal Dara, Bima, sekitar pukul 08.00 pagi, dan memutuskan untuk istirahat dulu sambil mikir-mikir naik apa enaknya ke pelabuhan. Kapal AWU yang mau saya naiki, jadwalnya baru pukul 15.00 sore. Saya masih punya waktu setengah hari.

Lagi bengong begitu, tiba-tiba ada sebuah SMS masuk ke ponsel saya, berbunyi, “Ini Mbak Akid yang mau ke Ende, ya? Saya adik sepupunya Iskandar. Saya disuruh jemput mbak di terminal dan nganter mbak ke Pelabuhan Bima. Mbak di mana?”

Saya langsung senang merasa dapat pertolongan. Setelah beberapa kali saling berbalas pesan dan menunggu mas sepupu Iskandar ini menjemput, saya diam sejenak dan baru kepikiran…………….

Iskandar itu siapa, ya?

Sampai beberapa minggu setelah peristiwa saya dijemput, diajak ke rumahnya, numpang tidur, dikasih makan, diantar ke pelabuhan, sampai dikawal masuk ke dalam kapal Pelni yang ramainya naudzubillah itu, saya belum juga dapat jawaban, siapakah sesungguhnya Iskandar yang sepupunya baik hati sekali itu?

Setelah perjuangan gerilya bertanya sana-sini, sepulang saya dari Flores, barulah saya tahu bahwa Iskandar adalah teman dari temannya teman saya. Iya, maaf, sekusut itulah.

Konyolnya lagi, saat saya kembali dari Flores ke arah Sumbawa (lagi), kapal ferry yang saya tumpangi baru merapat di Pelabuhan Sape, Sumbawa, menjelang tengah malam. Sepupunya Iskandar ini meminta saya menginap dulu di Sape, karena perjalanan Sape – Bima di malam hari berbahaya.

Dia menawari saya untuk menginap di rumah pacar temannya. Jadilah malam itu saya dijemput oleh adik pacar temannya ini di pelabuhan dan saya menghabiskan malam ngobrol dengan si mbak pacar teman dari sepupunya Iskandar yang adalah teman dari temannya teman saya.

Sudah pusing? Sama! :))

Tapi lesson learned, orang baik itu ada di mana-mana. Selama kita berjalan dengan niat baik juga dan tetap waspada.

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Reply