Posts Tagged ‘#MaretMenulis’

Lima Tahun Bersama Fiksimini!

Selamat lima tahun, Fiksimini!

Selamat lima tahun, Fiksimini!

Pagi ini, buka timeline Twitter, pas akun @fiksimini posting ucapan-ucapan ulang tahun untuk dirinya sendiri. *halah* Ternyata sudah lima tahun, usianya. Sudah waktunya masuk taman kanak-kanak.

Ingatan saya langsung mundur ke tahun 2010, waktu awal-awal kenal Fiksimini. Pertama kali tahu Fiksimini dari akun salah satu foundernya, @clara_ng. Ga berani bikin, cuma berani memantau. Da aku mah apa atuh? (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Anak-anakmu Bukanlah Anak-anakmu

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Hari ini, entah kenapa laptop saya tiba-tiba rusak, dia mogok dan nggak mau nyala. Pas saya kirim ke UGD untuk pertolongan pertama, diagnosanya: kelelahan bekerja. *mimik cairan infus*

Lalu apa hubungan kalimat pembuka di atas dengan judul postingnya? Oke! Oke! Saya bisa jelaskan semuanya! (more…)

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Jatuh Cinta Itu, Tandanya Gimana?

You are my wonderwall

I always mesmerize with people’s thought. The way they think, act, and react. People thoughts are often driven by their logic and sometimes a bit influenced by the heart. By mentioning sometimes, I mean, when they’re in love.

So, tonight I was randomly asked this question *on the title of this post* to some friends. The answers I got were varies, of course. But here to sum up:

  • You lost your logic.
  • Malu-malu salah tingkah kalo ada orangnya.
  • Senyum-senyum sendiri kalo inget apapun tentang dia.
  • Jadi jago nulis naskah cerita yang isinya berbagai skenario dan beragam jenis adegan….. sama dia.
  • Caper dengan segala tingkatannya. Mulai dari caper, semakin caper, dan semakin caper lagi.

The most common answer was:

  • Deg-degan kalo ketemu.

The most heartwarming one was:

  • You put him/her on your wonderwall.

And then I got this answer:

  • Orang yang nanya, “Jatuh cinta itu tandanya gimana?”

Okay, Akid’s signing out now! :)))

 

PS: thank you for sharing your thoughts, dear friends! <3

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Kopi Edisi Susu

Kopi Edisi Susu

Kopi Edisi Susu

Kalo lagi nggak pengin ngopi item tanpa gula seperti biasanya, saya suka iseng bikin kopi susu, buat selingan. Variasi dan kombinasi kopi dan susunya bisa bermacam-macam, tergantung suasana hati.

Malam ini, setelah secangkir Kenya Thika Asali, saya pengin bikin kopi susu, tapi yang nggak manis.

Jadi saya beli susu putih UHT lalu menggiling 20 gram Bali Kintamani. Kemudian saya mengambil 100 ml susu dan mencampurnya dengan 200 ml hasil gilingan kopi, plus beberapa pecahan es batu.

Hasilnya? Not bad. Calon teman begadang yang menyenangkan malam ini.

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Kepada: Saling

Untuk: Tuan yang duduk di tepi jendela [2]

Bukan salah saya atau Anda, jika kita baru bertemu ketika Anda sedang patah hati dan saya sedang tidak percaya cinta lagi.

Yang saya selalu percaya, pertemuan kita sama dengan semua perjumpaan apapun dan siapapun di semesta, tidak terlambat, tidak juga terlampau cepat.

Hingga kelak kita tahu apakah kita sama-sama saling menjadi obat, atau bahwa kita ialah sekadar persimpangan takdir sesaat.

Hingga kelak itu tiba, terima kasih sudah membuka jendela untuk saya dan membagi sedikit luka. Terima kasih telah membagi kita saat ini, kita yang hanya mampu saling menghibur dan menyamankan diri. Menjaga diri saya dan Anda dari saling melukai.

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

1 3 4 5 6 7 8