Sebuah mukadimah~
*halah*
Jadi ceritanya, saya sempat bikin tweet berseri tentang serba-serbi menjadi seorang pekerja lepas, alias freelancer, yang mana thread-nya jadi ramai sekali dan ternyata banyak yang antusias. Atas dasar itu, saya rencananya akan membuat blog post berseri juga untuk membahas hidup seorang freelancer (a.k.a naishakid) secara lebih panjang dan komprehensif di blog saya ini. Ke depannya, silakan ikuti kategori “The Life of a Freelancer” atau tag “#freelance101“.
Sebelumnya, mohon jangan dikritisi ya, cara penulisan saya yang semi bercanda, campur-campur bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (InsyaAllah ga akan ada bahasa Timbuktu, karena saya ga ngerti), dan juga jika ada typo yang tidak disengaja (maupun yang disengaja). Hal-hal tersebut dalam rangka agar blog post ini terasa tidak seperti artikel ilmiah dan serius banget (kalo terlalu serius, nanti nikah lho(?)). Mohon diambil hikmahnya saja.
Oh ya, saya nulisnya topiknya ngacak, ya. Dalam artian, ga pakai kerangka terstruktur dan silabus yang benar. Pokoknya lihat gimana mood saya aja mau nulis apa. Continue Reading