Footprint

Packing Buat Dua Bulan Perjalanan
Packing Buat Dua Bulan Perjalanan

Saya menghabiskan mayoritas hari-hari di kuarter keempat tahun 2014 lalu di perjalanan. Efektif mulai September saya ke Kabanjahe dan Medan selama dua minggu, disusul roadtrip dari Jakarta ke Bali, lanjut ke Lombok, Sumbawa, Flores, sampai balik ke arah Jawa lagi November, dan akhirnya tiba di Jakarta lagi bulan Desember.

Sebagai perempuan (iya, kamu nggak salah baca, saya menulis perempuan) yang kalo pakai baju nggak matching jadi lemes, packing untuk perjalanan sebegitu panjang adalah PR buat saya. Waktu dulu belum pakai kerudung, saya masih suka cuek aja packing cuma satu celana panjang, dua celana pendek, dan beberapa kaos. Tapi berhubung sekarang item yang harus di-match nambah, yaitu kerudung, packing buat saya jadi perkara yang jauh lebih ribet daripada sebelumnya. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Footprint, Seriously Serious Thoughts

Setelah episode menghidupkan hidup yang saya ceritakan sebelumnya dan serangkaian perjalanan-perjalanan yang saya lewati, pada akhirnya saya tiba di titik berhenti, untuk sementara.

Maka, di sinilah saya sekarang. Di kota yang seringkali dipanggil pulang oleh sebagian orang. Kota yang menjadi rumah bagi banyak rindu. Jogjakarta. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Footprint

If you are traveling on a budget and arriving in Kansai Airport Osaka late at night, you have to take a note that the last train out of this airport to Osaka area departs around midnight, taxis are available but they are the more expensive option you might have. Sleeping in airport hotel is considered more convenient (for sure), but if you really have a budget constrain, sleeping in the airport area might be the best idea.

As a traveler who sometimes sleep in airport due to some different reasons, I admit that sleeping in Kansai Airport was on my top chart for its convenience and security. There might some places that comfortable enough to stay, but I would love to recommend this area below for you. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Footprint

Pukul lima sore hari itu, dia sedang tidak ke mana-mana, di luar hujan turun seharian. Ponsel yang diletakkannya di meja sudut ruang keluarga berdering. Setengah berlari dia dari dapur, sambil menjaga agar secangkir kopi susu panas yang baru dia seduh tidak tumpah. Cangkir kopi ketiganya hari ini.

Panggilan dari Jakarta. “Halo?” Sapanya singkat.

Setelah beberapa kalimat pembuka, lelaki di ujung telepon mengabarkan bahwa cerita tentang perempuan dan kopi yang ditulisnya, membuatnya terpilih untuk ikut dalam perjalanan ke perkebunan dan salah satu pabrik kopi terbesar di negeri ini. Jantungnya seperti berhenti berdetak. Dia menahan diri supaya tidak menjerit kegirangan.

Sesudah telepon ditutup, dia tersenyum-senyum sambil menyesap kopi susu di tangannya yang sudah sedikit dingin. Jantungnya masih belum bisa ditenangkan. Pipinya memerah. Mau pergi ke kebun kopi senangnya seperti mau bertemu kekasih. Dia tak sabar lagi! Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr
Alana Series, Footprint

Jangan berjalan, waktu! Ada selamat ulang tahun yang harus tiba tepat waktunya.
~ Dee Lestari ~

Menjelang tengah malam Waktu Indonesia Bagian Lodtunduh, Lana buru-buru menulis beberapa baris kalimat di selembar kartu pos kosong yang selalu dibawanya ke mana-mana. Dia akan berulang tahun. Lelaki yang membuatnya patah hati akan berulang tahun. Bukan mantan kekasih. Tetapi seseorang yang pernah dengan bodohnya dipercaya oleh Lana, diberi izin untuk mematahkan hatinya. Continue Reading

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr