Asuransi Perjalanan, Sebelum Negara Api Menyerang!

Untuk urusan traveling, sebenarnya saya adalah orang yang cenderung sangat terencana. Sebelum keberangkatan, ke manapun itu, biasanya saya sudah mempersiapkan semua hal secara matang. Saya harus tahu tempat-tempat yang mau saya tuju, di mana akan menginap, naik apa ke sananya, dan hal-hal lain selengkap mungkin.

Kenapa?

Pertama, supaya saya bisa menguasai medan dengan baik. Saya adalah tipe traveler yang sebisa mungkin tidak ikut group tour karena saya terlalu malas untuk diatur-atur, makanya penguasaan medan sifatnya wajib buat saya. Meskipun dengan cara ini, saya masih sering banget nyasar.

Kedua, supaya tidak buang-buang waktu dan uang di jalan. Sebelum akhirnya memutuskan resign dari kerja kantoran demi punya waktu yang lebih luang untuk jalan-jalan, saya adalah pekerja biasa yang punya keterbatasan waktu cuti untuk pergi lama-lama. Jadi saya harus tahu sebanyak mungkin informasi tentang tempat tujuan saya, sedetail mungkin. Tidak cuma ke mana saja saya mau pergi, tapi sampai ke detail kendaraannya, misalnya pukul berapa keretanya berangkat, pukul berapa tiba, berapa ongkosnya, saya harus tahu.

Kansai Airport

Well prepared!

Tetapi…

Ada satu hal yang selama ini hampir selalu saya abaikan dan tidak pernah saya persiapkan sebelum pergi-pergi, yaitu asuransi perjalanan. Buat saya, asuransi itu seringkali useless. Membayar sekian jumlah uang untuk mengantisipasi hal yang belum pasti, menurut saya adalah sesuatu yang sia-sia. Toh, selama perjalanan saya ke mana-mana sejauh ini, tidak pernah ada kejadian aneh-aneh.

Tapi pikiran skeptis tentang asuransi perjalanan itu berubah saat saya mau traveling ke Jepang.

Kansai Airport

Kansai Airport – Osaka Jepang

Jepang adalah negara pertama di luar wilayah ASEAN yang saya kunjungi. Negara pertama yang untuk mengunjunginya perlu pakai visa (bukan visa on arrival). Jadi, ada banyak hal baru yang perlu dipersiapkan, yang selama ini tidak pernah saya lakukan di perjalanan-perjalanan sebelumnya. Lalu saya pikir, kenapa tidak sekalian coba pakai asuransi perjalanan? Mengingat Jepang itu seperti “dunia lain” yang jauh sekali dari Indonesia. Nanti kalau saya kenapa-kenapa di sana, gimana? Siapa yang mau ngurusin saya? Jadi, mulailah saya cari-cari informasi mengenai premi yang harus saya bayar untuk punya perlindungan dan merasa aman dalam perjalanan saya ke Jepang.

Hasil dari tanya ke sana-sini, browsing ke sana ke mari, dan juga rekomendasi dari beberapa orang teman, saya memutuskan untuk mencoba asuransi TravelPro dari Allianz. Waktu itu (Januari 2014), premi yang ditawarkan untuk perjalanan hingga 8 hari yang saya rencanakan, hanya 20USD. Harga yang menurut saya masuk akal untuk mendapatkan bantuan medis, bantuan darurat, asuransi kecelakaan diri, sampai ke perlindungan kalau kehilangan uang dan/atau bagasi.

Allianz TravelPro

Allianz TravelPro

Sudah yakin mau beli asuransi TravelPro dari Allianz, tiba-tiba beberapa hari sebelum keberangkatan, negara api menyerang. Negara api berwujud deadline kantor yang bertubi-tubi dan tak bisa dihindari, yang membuat saya lupa begitu saja untuk membeli polis TravelPro begitu saja. Jadi batal sudah niat saya untuk pertama kalinya punya asuransi perjalanan.

Saya pikir, ya sudah, nanti pasti ada kesempatan lain buat coba pakai asuransi, dan perjalanan saya ke Jepang kali ini akan berjalan semulus dan sebaik biasanya, tidak akan terjadi hal yang macam-macam, jadi nggak papalah batal pakai asuransi.

Tapi ternyata sekali lagi negara api menyerang!!!

Pas saya sedang berangkat ke Jepang dan transit di Kuala Lumpur, tas carrier saya sempat hilang! Saat itu, saya luar biasa menyesal, kenapa saya tidak menyempatkan diri buat beli polis asuransi.

Kansai Airport

Akhirnya Jepang!

Sampai akhirnya, sejak kejadian itu, sebisa mungkin saya berusaha memastikan diri sudah melengkapi rencana perjalanan saya dengan asuransi. Karena tentu saja, saya tidak mau negara api menyerang lagi.

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Reply