Kepada: Saling

Untuk: Tuan yang duduk di tepi jendela [2]

Bukan salah saya atau Anda, jika kita baru bertemu ketika Anda sedang patah hati dan saya sedang tidak percaya cinta lagi.

Yang saya selalu percaya, pertemuan kita sama dengan semua perjumpaan apapun dan siapapun di semesta, tidak terlambat, tidak juga terlampau cepat.

Hingga kelak kita tahu apakah kita sama-sama saling menjadi obat, atau bahwa kita ialah sekadar persimpangan takdir sesaat.

Hingga kelak itu tiba, terima kasih sudah membuka jendela untuk saya dan membagi sedikit luka. Terima kasih telah membagi kita saat ini, kita yang hanya mampu saling menghibur dan menyamankan diri. Menjaga diri saya dan Anda dari saling melukai.

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Reply