Sleeping At Last, a new ear’s company

Sleeping At Last

Sleeping At Last

Meskipun saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, tapi saya seringkali masih kesulitan menemukan kata pengganti yang tepat. Mengerti maksud saya? Anggap saja kita sama-sama mengerti, ya?

Kemarin, saya sedang menyusun playlist di Soundcloud, dan mencari lagu “Now At Last – Feist”, ketika saya menemukan Sleeping At Last di daftar hasil pencarian. Lalu tanpa diniatkan (horeee, saya menemukan kata pengganti kebetulan), saya menekan play pada lagu “Little Thing She Does Is Magic” yang dicover dari lagu asli The Police. Di situ saya langsung jatuh cinta. Iya, Akid anak yang mudah jatuh cinta.

Lagu berikutnya yang saya mainkan, kali ini dengan niat dan sengaja, adalah lagu lama The Proclaimer – I’m Gonna Be (500 miles). Di situ saya jatuh cinta untuk kedua kalinya. Nah, berhubung saya anaknya kalo lagi jatuh cinta jadi pengin tahu sebanyak mungkin tentang yang dijatuhcintai, maka saya pun menelusuri diskografi band ini. Oh by the way, ternyata Sleeping At Last (sekarang) bukan (lagi) band, tapi proyek musiknya musisi Chicago, Ryan O’Neal.

Saya menemukan diskografi lengkap di website resminya, di sini. Selain beberapa single, setidaknya ada enam EP yang sudah dirilis. Dan saya sekali lagi jatuh cinta pada cara dia menamai lagu-lagunya.

Misalnya, di EP Atlas: Space 1, ada Sun, Mercury, Venus, Earth, Moon, dan Mars. Di Atlas: Space 2, ada Jupiter, Saturn, Uranus, Neptune, dan Pluto. Oh, dan saya jatuh cinta paling parah kepada Neptune (yang sekarang mungkin sedang kamu dengarkan, karena saya memasangnya sebagai autoplay di post ini).

Jadi begitulah, telinga saya beberapa hari ini tidak lepas dari lagu-lagu Sleeping At Last yang saya putar dari akun Soundcloud-nya.

 

 

*diketik sambil humming “I wanna love you but I don’t know how…. I wanna love you but I don’t know how….”*

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Reply