prosa yang tak terbaca

aku ini lelah…
hanya menunggu sekatamu yang bahkan seperti tak ingin kau ucap.
menggantungkan asa demi asa yang nyaris ingin berjatuhan bersama air mata yang sudah menanti di pendar awan mataku.

sekedar menunggu kepastian yang amat sangat melelahkan.
namun tak ingin dan hatiku tak mengizinkan aku bosan.

karena jika boleh kubaca manik matamu.
ada kulihat di sana berpijar cahaya yang begitu ingin kuraih dan kumiliki.

terbukanya pintu hatiku seiring tertutupnya luka yang nyaris tak bisa termaafkan, telah membuat aku belajar.
bahwa cinta tak selalu mencipta duka di akhirnya.

kau mengajariku cinta yang tertawa meski tanpa selalu bersama.
kau di sisi duniamu dan aku di sisi duniaku.
dan kau juga aku adalah berbeda yang tak mungkin disamakan.
namun bisa disatukan dengan saling menggenapkan dan kita memang punya satu dunia yang ada kita berdua di dalamnya.
yang membuat kita berjuang untuk sama-sama mempertahankannya dengan masih mengunjungi dunia kita sendiri-sendiri.

tak terikat, tak diikat, tanpa terpaksa dan dipaksa.
menumbuhkan satu pengertian yang sulit dimengertidan didefinisikan apalagi dirumuskan.
tanpa bisa diucapkan hanya kita saja yang bisa merasakan dalam dunia kita.

keputusan mewujudkan kita dan melepaskan ego satu kamu dan satu aku, di sini hanya ada kita.
walau perlu perjuangan dan memang perlu perjuangan, keberadaan kita akan sangat membantu.
untuk berjalan bersama adalah mudah jika memang kita inginkan.

demi kita, apa yang kita lakukan memang untuk kita semestinya.
semoga :)

==================================================

ditulis sambil setengah sadar 08Sept2003, 21.18

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Reply