Wordplay

terbit rembulan

aku sekuat hati menahan pagi:
yang mataharinya terbit dari balik kelopak matamu
yang aku terbangun di hangat kedua lenganmu
dan kita seolah tak punya waktu selain pagi

tetapi ini adalah pagi seperti kemarin dan esok:
yang bahkan jika ia ingin tinggal pun
yang jika pun ia mau selamanya embun
tak akan pernah bisa

maka kusajikan sarapan untukmu:
setangkup tangan yang berdoa
untuk mimpi-mimpi yang kita tahu
hendak menjelma nanti di siang, atau senja

sebelum aku kembali pulang
pada wajahmu yang malam:
yang di antara sabit alismu
— terbit rembulan

~circa 2017

Share this:
Facebook Twitter Email Pinterest Tumblr

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.